Ilustrasi pusing dengan skripsi (freepik)
INDOZONE.ID - Siapa nih yang pernah ngerasa pusing sendiri gara-gara Bab 1 skripsi isinya muter-muter doang?
Udah nulis banyak, tapi ujung-ujungnya kayak nggak ke mana-mana. Tenang, kamu nggak sendiri!
Memang, aturan penulisan skripsi itu panjang dan penuh detail, termasuk soal literatur.
Tapi, ada juga loh mahasiswa yang bisa menyelesaikan Bab 1 hanya dalam satu hari dan langsung di-acc dosen. Mau tau triknya? Yuk bahas!
Baca juga: Pengertian Novelty Penelitian untuk Skripsi dan Cara Menentukannya dengan Benar dan Tepat
Ada tiga kesalahan umum yang sering bikin Bab 1 kamu auto ditolak:
Untuk atasi ketiga permasalahan diatas, ada dua pola penulisan pendahuluan skripsi yang bisa jadi panduanmu menulis:
Baca juga: Pakai Buku Sugiyono untuk Skripsi? Hati-Hati Salah Metodologi!
Artinya kamu bisa mulai dari pembahasan umum kemudian semakin ke bawah semakin membahas ke inti masalah. Urutannya:
Contoh: Data literasi nasional > data provinsi > fokus ke satu sekolah. Tingkat literasi membaca siswa di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan survei nasional.
Dikerucutkan ke provinsi tertentu > difokuskan pada pengaruh metode X terhadap hasil belajar membaca siswa SD di sekolah Y.
Baca juga: 5 Hal yang Mahasiswa Akhir Wajib Tahu Sebelum Menyusun Skripsi, Jangan Sampai Disepelekan
Langsung dimulai dari inti permasalahan lalu dihubungkan dengan konteks lebih umum:
Contoh: Keunikan/fenomena di suatu sekolah > isu literasi nasional seorang siswa di sekolah Y berhasil meningkatkan minat baca setelah guru menerapkan metode baca-cerita interaktif > dianalisis secara mendalam > ditarik ke isu pentingnya pendekatan kontekstual dalam peningkatan literasi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@goalsacademy_