Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 12:14 WIB

Big Yes! Tips Rangkai dan Tuntaskan Bab 1 Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Big Yes! Tips Rangkai dan Tuntaskan Bab 1 Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat AkhirIlustrasi pusing dengan skripsi (freepik)

INDOZONE.ID - Siapa nih yang pernah ngerasa pusing sendiri gara-gara Bab 1 skripsi isinya muter-muter doang? 

Udah nulis banyak, tapi ujung-ujungnya kayak nggak ke mana-mana. Tenang, kamu nggak sendiri!

Memang, aturan penulisan skripsi itu panjang dan penuh detail, termasuk soal literatur. 

Tapi, ada juga loh mahasiswa yang bisa menyelesaikan Bab 1 hanya dalam satu hari dan langsung di-acc dosen. Mau tau triknya? Yuk bahas!

Baca juga: Pengertian Novelty Penelitian untuk Skripsi dan Cara Menentukannya dengan Benar dan Tepat

Ketahui Masalah Umum Penulisan Bab 1

Ada tiga kesalahan umum yang sering bikin Bab 1 kamu auto ditolak:

  • Struktur tulisan berantakan
  • Tidak menunjukkan urgensi penelitian
  • Fokus penelitian tidak jelas

Untuk atasi ketiga permasalahan diatas, ada dua pola penulisan pendahuluan skripsi yang bisa jadi panduanmu menulis:

Pola deduktif: Piramida terbalik, cocok untuk penelitian kuantitatif

Baca juga: Pakai Buku Sugiyono untuk Skripsi? Hati-Hati Salah Metodologi!

Artinya kamu bisa mulai dari pembahasan umum kemudian semakin ke bawah semakin membahas ke inti masalah. Urutannya:

  • Fenomena umum
  • Masalah spesifik
  • Gap dari penelitian sebelumnya
  • Hasil penelitian terdahulu
  • Kesenjangan penelitian
  • Tujuan penelitian
  • Penutup

Contoh: Data literasi nasional > data provinsi > fokus ke satu sekolah. Tingkat literasi membaca siswa di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan survei nasional.

Dikerucutkan ke provinsi tertentu > difokuskan pada pengaruh metode X terhadap hasil belajar membaca siswa SD di sekolah Y.

Baca juga: 5 Hal yang Mahasiswa Akhir Wajib Tahu Sebelum Menyusun Skripsi, Jangan Sampai Disepelekan

Pola induktif: piramida tegak, cocok untuk penelitian kualitatif

Langsung dimulai dari inti permasalahan lalu dihubungkan dengan konteks lebih umum:

  • Fenomena khusus
  • Deskripsi masalah
  • Dampak umum
  • Pentingnya penelitian
  • Penutup

Contoh: Keunikan/fenomena di suatu sekolah > isu literasi nasional seorang siswa di sekolah Y berhasil meningkatkan minat baca setelah guru menerapkan metode baca-cerita interaktif > dianalisis secara mendalam > ditarik ke isu pentingnya pendekatan kontekstual dalam peningkatan literasi nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@goalsacademy_

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Big Yes! Tips Rangkai dan Tuntaskan Bab 1 Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!