Sabtu, 04 OKTOBER 2025 • 14:10 WIB

Kolaborasi 3 Universitas Bantu Warga Jabungan Dapat Air Bersih dengan Teknologi Filterisasi

Author

Ilustrasi air bersih (freepik)

INDOZONE.ID - Tiga perguruan tinggi besar Indonesia—Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip)—mengadakan program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia.

Kegiatan itu diselenggarakan akhir September lalu di RW 3 desa Jabungan, Semarang, Jawa tengah. Warga di sana sampai saat ini masih mengalami krisis air bersih.

Perguruan tinggi menghadirkan solusi teknologi filtrasi air tepat guna untuk membantu warga mendapatkan akses air yang lebih layak. 

Melalui program tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari ketiga kampus tersebut merancang dan mencoba untuk memasang teknologi filtrasi air tepat guna di kawasan RW 03 Jabungan. 

Baca juga: ITB Perkuat Jaringan dengan Mitra Global, Siap Kolaborasi Riset dengan Tsinghua University

Kehadiran teknologi ini disambut antusias oleh warga yang sejak lama mengandalkan air dari sumur gali yang kerap keruh dan kering saat musim kemarau.

Permasalahan air bersih di Jabungan memang sudah berlangsung lama. 

Data menunjukkan, kebutuhan air di RW 03 RT 02 Jabungan yang dihuni puluhan kepala keluarga mencapai 40.560 hingga 54.080 liter per hari. 

Angka ini dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan air rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan sanitasi. 

Baca juga: Keren! Mahasiswa Undip Bikin Gel dari Limbah Perikanan untuk Mengobati Fisura Kaki

Sayangnya, ketersediaan air selama ini jauh dari memadai, terutama ketika musim kemarau tiba dan sumur warga kering. 

Sebagian warga bahkan terpaksa antre di masjid untuk mendapatkan air layak minum. 

Tim kolaborasi melakukan survei lapangan, menganalisis kualitas air, kemudian merancang sistem filtrasi dengan media pasir aktif, karbon aktif, hingga teknologi nano yang terbukti mampu menurunkan kadar bakteri hingga 90 persen. 

Instalasi filter dipasang di titik strategis dekat sumber air. Warga juga memperoleh edukasi cara pemeliharaan instalasi dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Baca juga: 6 Hal yang Gak Perlu Kamu Kejar Terlalu Cepat: Pelajaran Penting untuk Mahasiswa!

Hasil awal menunjukkan perubahan signifikan. Air yang melewati sistem filtrasi menjadi lebih jernih dan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun memasak. 

Selain itu, kesadaran masyarakat meningkat karena mereka dilibatkan secara langsung dalam proses pemeliharaan. 

Bagi pihak kampus, kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti untuk menguji konsep inovatif secara langsung di lapangan. 

Meski belum sepenuhnya memenuhi standar air minum internasional, teknologi ini telah memberi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi krisis air bersih.

Baca juga: 7 Kebiasaan Pemimpin yang Menghambat Kinerja Tim di Kampus

Hal senada disampaikan oleh Aris, Ketua Kpspam Tirta Guna. Menurutnya, filter air ini benar-benar membantu warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

“Air yang sudah difilter kelihatan bening, lebih enak dipakai untuk kebutuhan MCK. Warga di sini bisa langsung merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Bagi warga lain, seperti bambang selaku ketua RT 2 RW 3, teknologi ini dianggap sebagai berkah. 

“Dengan filter ini sangat membantu warga. Walaupun belum bisa diminum langsung, setidaknya untuk mandi, masak, dan cuci sudah jauh lebih layak,” ungkapnya.

Baca juga: Prof. Sugiyono, Sosok Legendaris di Balik Kutipan Skripsi Mahasiswa Indonesia

Kehadiran filter air ini menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. 

Air yang tadinya keruh kini bisa dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Warga berharap teknologi ini bisa terus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya berkelanjutan. 

Kisah di Jabungan menjadi bukti bahwa kolaborasi akademisi lintas kampus mampu memberikan solusi nyata dan harapan baru bagi masyarakat, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU