Ilustrasi pemimpin di tim kampus (freepik.com)
INDOZONE.ID - Menjadi pemimpin di dunia kampus, baik dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kelompok belajar, gak hanya soal memberi arahan. Lebih dari itu, pemimpin punya peran menciptakan ruang kolaborasi yang sehat dan mendorong anggotanya berkembang.
Namun, gak sedikit pemimpin yang tanpa sadar punya kebiasaan justru menghambat jalannya tim. Ini 7 kebiasaan pemimpin yang menghambat kinerja tim kampus!
Baca juga: Diremehin? Ini Dia Tips Stoik untuk Anak Kampus yang Mau Tahan Banting
Rapat memang penting untuk menyamakan arah, tapi jika terlalu sering atau terlalu panjang tanpa fokus, justru membuat energi tim terkuras sebelum eksekusi dimulai. Mahasiswa akhirnya kehilangan semangat dalam menjalankan tugas.
Di kepanitiaan kampus, sering ditemui pemimpin yang ingin mengendalikan semua hal. Padahal, membagi tanggung jawab adalah kunci membangun rasa percaya dan melatih kemampuan anggota tim untuk berkembang.
Kebiasaan gak mendengarkan ide anggota hingga selesai, membuat komunikasi terhambat. Dalam kehidupan kampus, ide kreatif sering muncul dari berbagai anggota tim. Jika gak dihargai, potensi besar bisa saja terlewatkan.
Perhatian terhadap detail itu baik. Akan tetapi, jika berlebihan pada hal-hal kecil yang kurang penting, strategi besar justru terabaikan. Akibatnya, arah kegiatan bisa kabur dan target utama gak tercapai.
Mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kampus, sering bekerja dengan sukarela. Ketika usaha mereka gak mendapat penghargaan, semangat untuk berkontribusi akan menurun. Apresiasi sederhana mampu menjaga motivasi tim tetap terjaga.
Kegiatan kampus menuntut kreativitas dan pembaruan agar tetap relevan. Pemimpin yang terlalu nyaman dengan cara lama, bisa membuat tim tertinggal. Padahal, inovasi merupakan ruang belajar penting bagi mahasiswa.
Anggota tim yang hanya menunggu arahan, gak akan berkembang. Pemimpin yang efektif, justru memberikan ruang untuk berinisiatif, mencoba, bahkan belajar dari kesalahan.
Dari sinilah, lahir generasi mahasiswa yang lebih tangguh. Kepemimpinan di kampus adalah salah satu persiapan diri untuk menghadapi dunia kerja.
Baca juga: 7 Tips untuk Mahasiswa Biar Setiap Semester Bisa Dipakai Dengan Efektif dan Lulus Cumlaude!
Nah, tujuh kebiasaan ini bisa jadi pengingat, bahwa keberhasilan tim gak hanya bergantung pada visi, tetapi juga gaya kepemimpinan yang membangun.
Jika kamu sekarang mengembang tanggung jawab sebagai pemimpin, apakah sudah mampu menjadi penggerak yang mendorong tim berkembang, atau justru tanpa sadar menjadi penghambat?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kreatifsociety