INDOZONE.ID - Hayo ngaku, siapa yang pernah ke kampus cuma cuci muka, ganti baju, terus tacap gas? Yap, malas mandi sebelum kuliah itu sudah jadi “rahasia umum” di kalangan mahasiswa. Alasannya macam-macam: buru-buru, jadwal padat, atau sekadar mager.
Fenomena ini juga bukan hal baru lagi di lingkungan kampus. Bahkan, Universitas Syiah Kuala (USK) di Aceh pernah mengeluarkan edaran resmi yang mewajibkan mahasiswa mandi sebelum kuliah.
Baca juga: Masih Suka Makan Mie Pakai Nasi? Ini Bahayanya dan 4 Alternatif Menu Sehat untuk Anak Kos
Lengkap dengan panduan singkat: mandi teratur, pakai sabun antibakteri, pilih pakaian sejuk, sampai menghindari makanan penyebab bau badan biar nggak ganggu orang sekitar.
Pembahasan kebersihan juga pernah mendorong mahasiswa Universitas Padjadjaran bikin produk pembersih multifungsi: EasyBath, solusi mandi tanpa bilas yang praktis buat kondisi darurat.
Tapi ternyata, mandi bukan cuma urusan wangi dan rapi aja, di baliknya ada juga persoalan mendalam menyangkut sisi psikologis mahasiswa.
Baca juga: Mirip Jambu, Rasa Meledak! Cabai Palurah Inovasi IPB University
Menurut Psikolog Klinis Mutiara Maharini, mandi bisa jadi aktivitas yang terasa berat bagi orang yang sedang depresi karena merasa energi dan motivasinya cenderung rendah.
Ia menjelakskan mandi bisa berperan sebagai coping mechanism, artinya dapat menjadi pengalih perhatian dari pikiran-pikiran negatif yang terus berulang dan menguras energi.
Sensasi air, aroma sabun, dan gerakan tubuh saat mandi bisa bikin fokus bergeser dari pikiran yang mengganggu dan membeban, sehingga muncul rasa lega sesaat.
Baca juga: Nggak Suka Jogging? Ketawa Bisa Jadi Olahraga Ringan buat Mahasiswa
Lebih jauh lagi, mandi juga bisa jadi bentuk “pencapaian kecil” yang penting buat seseorang yang lagi merasa lemah atau kehilangan kendali.
Hal ini serupa dengan metode Behavioral Activation di terapi perilaku, di mana pasien diajak melakukan aktivitas kecil untuk memperbaiki suasana hati.
Ia juga menyoroti suhu air dapat memengaruhi dan memberikan efek yang berbeda-beda:
Baca juga: Curhat ke AI Jadi Tren, Pakar IPB Peringatkan Dampaknya untuk Mahasiswa
- Air hangat: menenangkan, bikin otot rileks, cocok buat yang lagi cemas atau susah tidur.
- Air dingin: menyegarkan, bikin lebih waspada, bahkan bisa memicu pelepasan hormon endorfin.
Meski begitu, dalam kasus ini nggak ada satu resep yang cocok untuk semua orang, tetapi mandi bisa jadi bagian dari self-care.
Walau sifatnya sementara, hal sederhana seperti mandi bisa memberikan rasa lega. Tapi kalau masalahnya lebih dalam, bantuan profesional tetap dibutuhkan.
Jadi, entah kamu tim mandi dulu atau skip mandi sebelum kelas, jangan remehkan aktivitas kecil ini. Bisa jadi, mandi bukan sekadar urusan bau badan, tapi juga bagian kecil dari usaha menjaga kesehatan mentalmu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id