INDOZONE.ID - Belajar menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) sering disepelein. Banyak yang milih ngurung diri di kamar semalaman, tapi tetap ngerasa belajarnya jadi lebih optimal?
Itu kuno! Tidak cuma nggak efektif, tapi justru bikin ilmu yang dipelajari terbuang sia-sia. Ibaratnya masuk kuping kanan, numpang setengah hari, terus keluar kuping kiri begitu UTS kelar.
Nggak heran, banyak mahasiswa yang merasa pelajaran nggak nyantol, kayak belajar di kelas tapi nggak dapet apa-apa.
Baca juga: 5 Strategi Lolos SNBP 2026: Dari Akreditasi Sekolah hingga Perhitungan Nilai Rapor
Padahal, buat belajar efektif, bukan otak super yang dibutuhkan, melainkan cara belajar. Ini kuncinya mereka yang kelihatan santai, jarang kelihatan belajar, suka nongkrong, tapi tetap aja nilainya A di akhir semester.
5 Cara Belajar ala Mahasiswa Santai tapi Nilainya Tetap A
1. Feynman Technique
Teknik ini dicetusin sama fisikawan legendaris, Richard Feynman. Prinsipnya simpel, yaitu jelasin ulang sesuatu dengan bahasa yang gampang. Kalau berhasil, berarti kamu udah benar-benar paham.
Latih ini dengan cara ngajarin ulang materi ke teman, atau pura-pura ngajar sendiri di kamar sambil ngomong lantang. Dari situ, kamu bakal sadar bagian mana yang belum nyantol dan bisa lebih paham sama pelajarannya.
2. Active Recall
Jangan cuma terpaku sama catatan. Mau ngetik atau nulis tangan pun belum cukup. Coba tantang diri kamu buat jawab pertanyaan dari ingatan sendiri, kayak kuis singkat buatan kamu.
Cara ini ngelatih otak buat ngambil informasi dari memori jangka panjang, jadi kamu nggak cuma ngapalin, tapi benar-benar ngerti.
3. Pomodoro Focus Sprint
Belajar intens 3 jam nonstop di kamar bukan berarti produktif, malah bisa bikin burnout. Coba ganti dengan teknik 25:5, 25 menit fokus, 5 menit istirahat. Pola ini bantu jaga fokus kamu tetap tajam. Ingat, istirahat juga bagian dari strategi biar otak nggak overwork.
Baca juga: Tips Belajar ala Deo CoC Season 2: Konsisten tapi Jangan Lupa Istirahat
4. Interleaved Practice
Daripada belajar satu topik sampai tuntas, coba campur aja. Misal, dari filsafat ke statistika, terus balik lagi ke filsafat. Otakmu jadi lebih fleksibel, tanggap, dan terbiasa berpindah konteks tanpa kehilangan fokus.
5. Spaced Repetition
Nah, ini teknik paling cocok buat kamu yang sering lupa. Ulangi materi yang sama secara berkala, seperti hari ini, tiga hari lagi, seminggu lagi, dan seterusnya.
Baca juga: Kupas Teknik Mind Palace ala Nadia CoC Season 2, Peserta dengan Hafalan Super Kuat
Meski cuma baca ulang, kamu bakal nemuin hal baru setiap kali mengulang. Ilmunya pun jadi lebih nempel dan tahan lama.
Jadi, kalau mau belajar dengan hasil maksimal, yang penting bukan seberapa lama kamu belajar, tapi bagaimana caranya.
Orang jenius bukan karena tahu segalanya, melainkan paham cara belajar yang bikin mereka mengerti hingga ke akar ilmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quipper Campus, Ruangguru.com