Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 16:48 WIB

Bangga! Tiga Pelajar Indonesia Raih Empat Besar Dunia di Ajang World Robot Summit Jepang

Author

Pelajar SMA Tim Bayu Sakti, sukses menorehkan hasil gemilang dengan menembus empat besar dunia pada ajang World Robot Summit (WRS) 2025 di Fukushima, Jepang. (Ist)

INDOZONE.ID - Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan dan teknologi Indonesia. Tiga pelajar SMA yang tergabung dalam Tim Bayu Sakti, sukses menorehkan hasil gemilang dengan menembus empat besar dunia pada ajang World Robot Summit (WRS) 2025 di Fukushima, Jepang.

Kompetisi yang berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 ini diselenggarakan oleh Fukushima Institute for Research, Education and Innovation (FREI) bersama Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Ajang bergengsi tersebut diikuti para ahli dan inovator robotika dari berbagai negara.

Tim Termuda dan Satu-satunya Wakil Indonesia

Tim Bayu Sakti menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia sekaligus tim termuda dalam kategori Disaster Robotics Drone Challenge, yang menguji kemampuan robot untuk membantu operasi di area bencana.

Tim ini terdiri dari tiga pelajar SMA:

  • Ksatria Wibawa Putra Murti (16 tahun)
  • Owen Tay Jia Hao (16 tahun) — keduanya dari ACS Jakarta
  • Arga Wibawa (18 tahun) dari SMA Al Irsyad

Dalam kompetisi Standard Disaster Robotics Drone Challenge, mereka ditantang untuk menampilkan drone yang mampu melakukan pemetaan area, manuver otomatis, serta mendeteksi tanda-tanda kerusakan dan bahaya di lokasi bencana.

Baca juga: Mahasiswa INSTIKI Buktikan Fisik Bukan Batasan, Juara 3 EduVision IPB

“Ini melampaui ekspektasi kami. Target kami adalah lolos masuk ke WRS dengan membawa nama baik Indonesia. Nyatanya kami bisa lolos hingga final dan bahkan urutan 4 teratas,” kata Ksatria, Ketua Tim Bayu Sakti.

“Kami mengalahkan tim-tim lainnya yang beranggotakan mahasiswa atau peneliti, dengan peralatan dan pengalaman yang lebih banyak,” tambah Owen.

“Sebagai tim paling muda, hasil Bayu Sakti membuktikan bahwa SDM Indonesia bisa bersaing ketat dengan SDM negara-negara maju,” sambung Arga.

Drone Rajawali: Karya Anak Bangsa untuk Solusi Bencana

Pelajar SMA Tim Bayu Sakti, sukses menorehkan hasil gemilang dengan menembus empat besar dunia pada ajang World Robot Summit (WRS) 2025 di Fukushima, Jepang. (Ist)

Dalam ajang tersebut, tim Bayu Sakti memperkenalkan drone “Rajawali”, pesawat tanpa awak bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang mampu beroperasi secara mandiri (autonomous).

Rajawali mampu memetakan area terdampak bencana, mendeteksi retakan, tanda bahaya (hazard labels), karat, dan berbagai indikator risiko lainnya.

Drone tersebut dikembangkan secara mandiri selama enam bulan sebagai persiapan menghadapi tantangan WRS 2025.

“Kami mau mengembangkan solusi nyata untuk menjawab permasalahan ini. Karena ditandingkan dengan solusi negara lain, ini menjadi ajang pembuktian bahwa Indonesia bisa mengembangkan teknologi ini secara berkualitas dan mandiri,” ujar Ksatria.

Baca juga: Dari Anak Petani Jadi Juara Nasional: Kisah Inspiratif Ivan, Mahasiswa IPB yang Buktiin Keterbatasan Bukan Halangan

"Ini baru tahap awal dan kami berharap bisa terus mengembangkannya sehingga Indonesia punya kemandirian teknologi di bidang penanggulangan bencana," kata Owen menambahkan.

Ajang Prestisius dan Seleksi Ketat

World Robot Summit merupakan kompetisi robotika internasional bergengsi yang bertujuan mempercepat riset dan penerapan teknologi robot di dunia nyata. Tidak semua tim dapat ikut serta secara langsung, karena setiap peserta wajib lolos kualifikasi desain robot yang sangat ketat sebelum tampil di arena kompetisi.

Dalam ajang ini, para peserta dari berbagai negara menghadirkan inovasi terbaik untuk menjawab tantangan global melalui penerapan teknologi robotika mutakhir.

Pencapaian Tim Bayu Sakti menegaskan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di level dunia, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai inovator yang membawa solusi nyata bagi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU