Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 12:42 WIB

Kemdiktisaintek Gencar Kembangkan Ahli Nuklir, Siap Menuju Net Zero Emssion 2026

Author

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yulianto (kemdiktisaintek.go.id)

INDOZONE.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) komitmen dalam upaya mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Pembangunan PLTN ini adalah bagian dari strategi Net Zero Emission 2060 di Indonesia, khususnya persiapan SDM bidang terkait.

Baca juga: UNS Surakarta, Binus University, dan POTADS, Buka Ruang Ekspresi Digital untuk Anak Down Syndrome

Beasiswa Bidang STEM

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto negesin bahwa pemanfaatan energi alternatif ini wajib kita kuasai untuk keberlanjutan.

"Presiden telah menegaskan bahwa pemanfaatan energi alternatif, termasuk tenaga nuklir, menjadi kebutuhan yang harus kita kuasai untuk memastikan keberlanjutan dan kedaulatan energi nasional," kata Menteri Brian melalui keterangan di Jakarta, dilansir ANTARA.

Mendiktisanitek menyebut bahwa pihaknya bakal nyusul peta kebutuhan SDM di delapan industri nasional, termasuk energi.

Baca juga: Mantan Sekum IPM Lhokseumawe Nuzulul Azmi Resmi Dilantik Sebagai Posisi Strategis Di Himapasay

Lewat formulasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), pemerintah terus mencoba buat mastiin progam pendidikan tinggi dan riset sejalan dengan pembangunan industri masa depan.

"Beasiswa akan juga diarahkan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang mendukung riset energi terbarukan, teknologi reaktor, serta manajemen keselamatan nuklir," ujarnya.

Baca juga: 6 Cara Efektif Mahasiswa Membangun Relasi Profesional di Dalam dan Luar Kampus

Melibatkan Mitra Berbagai Negara

Brian juga menyebut bahwa kebijakan inj melibatkan banyk mitra berbagai negara, mulai dari Rusia, Prancis, Jepang, dan Australi. 

Kemitraan ini bertujuan untumengembangkan program joint degree dan world-class research exposure, serta mempercepat transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas di bidang nuklir.

Baca juga: Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Peran Humaniora dan Teknologi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BAPETEN, Sugeng Sumbarjo juga menyebut bahwa persiapan SDM itu penting banget dilakukan. Hal ini buat menjamin keselamatan dan pengembangan PLTN.

"Dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan, Indonesia telah berkomitmen mencapai net-zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Pembangunan PLTN menuntut kesiapan menyeluruh dari kebijakan, infrastruktur, hingga kapasitas pengawasan yang andal,” jelas Sugeng.

Sementara Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung bilang bahwa pembangunan ini jadi langkah strategis buat ketahanan energi nasional.

Baca juga: Terobosan Canggih UNDIP, Gelembung Nano-Mikro Plasma Ozon Ubah Air Limbah Jadi Higienis

"Di era transisi energi, PLTN menjadi peluang strategis untuk memperkuat dekarbonisasi dan inovasi teknologi. Dukungan regulasi, kelembagaan, dan peningkatan SDM menjadi kunci untuk memastikan keberhasilan implementasinya," tutur Yuliot Tanjung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Kemdiktisaintek.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU