Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

Merajut Asa, Mengukir Karya: HIMPASAY Mantapkan Langkah di Upgrading dan Rapat Kerja

Author

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memantapkan program dan memperkuat soliditas kepengurusan. (Sumber: Dok. Rizki Maulizar)

INDOZONE.ID - Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Yogyakarta (HIMPASAY) sukses menggelar agenda penting “Upgrading dan Rapat Kerja” di Nilu Kopi Sorowajan pada Minggu (09/11/2025).

Dengan mengusung tema “Grow, Learn, Develop with HIMPASAY”, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memantapkan program serta memperkuat soliditas kepengurusan.

Acara dibuka secara resmi oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Umum HIMPASAY, Rizqi Muhammad Rayyan, S.Pd. Dalam sambutannya, Rayyan menekankan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh pengurus untuk terus belajar dan bertumbuh bersama.

Rayyan juga menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang harus menjiwai setiap program kerja. Ia berpesan kepada seluruh pengurus untuk menyimak dengan baik pemaparan materi yang disampaikan oleh pemateri Upgrading.

“Ini adalah semangat yang harus menjiwai setiap langkah kita, setiap diskusi kita, dan setiap program kerja yang akan kita rumuskan hari ini. Kita di sini untuk terus belajar dan bertumbuh bersama. Saya berpesan kepada seluruh pengurus untuk fokus dan menyimak dengan baik setiap pemaparan materi yang akan disampaikan,” pungkas Rayyan.

Baca juga: Perkuat Persaudaraan di Rantau, HIMPASAY Gelar Pelantikan dan Temu Ramah

Memasuki sesi Upgrading, materi pertama disampaikan oleh Agam Muhammad Rizki, S.Pd., yang mengulas secara mendalam tentang profil dan sejarah HIMPASAY. Pemaparan ini bertujuan memberikan fondasi pemahaman yang kuat bagi seluruh pengurus mengenai nilai-nilai dan arah gerak organisasi.

Dalam pemaparannya yang mendalam mengenai profil organisasi, Agam Muhammad Rizki, S.Pd., mengajak para pengurus baru untuk memahami hakikat dan tujuan fundamental berdirinya Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Yogyakarta (HIMPASAY). Ia menjelaskan bahwa HIMPASAY tidak bisa dipandang hanya sebagai tempat berkumpul semata. Menurutnya, organisasi ini memiliki fungsi ganda yang krusial.

“Di satu sisi, HIMPASAY adalah wadah utama untuk silaturahmi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya organisasi ini sebagai ‘rumah’ bagi mahasiswa perantauan Aceh, tempat mempererat tali persaudaraan. Namun di sisi lain, HIMPASAY juga merupakan kawah candradimuka atau tempat belajar berorganisasi secara praktis.

“HIMPASAY adalah sarana atau media untuk mencapai tujuan bersama, baik itu tujuan yang bersifat akademik maupun penguatan kekeluargaan,” tambah Agam.

Lebih jauh, Agam menyoroti salah satu urgensi utama kehadiran HIMPASAY di Yogyakarta. Ia mengidentifikasi adanya tantangan spesifik yang sering dihadapi mahasiswa asal Aceh.

“HIMPASAY ini hadir untuk meng-cover problem akademik yang mungkin timbul akibat adanya perbedaan kultur pendidikan antara Aceh dan Jogja,” tegasnya.

Ia menguraikan bahwa perbedaan sistem, metode belajar, atau ekspektasi akademik sering kali membutuhkan masa adaptasi. Di sinilah HIMPASAY harus berperan sebagai support system yang menjembatani kesenjangan tersebut.

Suasana semakin hangat dengan materi kedua dari Rio Arifirnando, S.Ag., yang membahas topik krusial “Organisasi dan Relevansinya dengan Masa Sekarang.” Materi ini memantik diskusi aktif selama sesi tanya jawab, di mana para peserta antusias menggali ide-ide adaptif agar HIMPASAY tetap relevan dan solutif di tengah tantangan zaman.

Rio membuka pemaparannya dengan diagnosis yang jujur terhadap tantangan klasik organisasi.

“Sering kali permasalahan organisasi itu klasik, masalah seperti komunikasi internal yang tersendat, atau budaya ‘ngaret waktu’. Itu penyakit lama yang selalu ada dan, kita semua tahu, bisa menghambat produktivitas,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kepengurusan baru tidak bisa bekerja dengan cara yang sama. “Harus ada terobosan baru untuk mengatasi masalah laten tersebut,” tegasnya.

“Salah satu langkah awalnya adalah dengan melakukan evaluasi jujur dari kepengurusan sebelumnya, apa yang baik kita teruskan, apa yang buruk kita hentikan.”

Rio juga memberikan pengingat fundamental di tengah potensi dinamika internal. “Tolong diingat, tujuan HIMPASAY adalah untuk menyatukan, bukan sebaliknya. Perbedaan pendapat itu wajar dalam dinamika organisasi, tetapi harus dikelola secara dewasa dan tidak boleh berujung pada perpecahan,” pesannya.

Berbicara mengenai relevansi organisasi di masa kini, Rio menyoroti pentingnya menjaga engagement atau keterlibatan pengurus secara aktif.

“Organisasi zaman sekarang tidak bisa lagi kaku. Agar tetap relevan, setiap pengurus harus mendapat feedback yang konstruktif atas kinerjanya. Jangan biarkan mereka bekerja tanpa apresiasi atau arahan. Dengan feedback, mereka merasa dihargai dan memiliki ruang untuk bertumbuh,” jelasnya.

Sebagai penutup, Rio menyampaikan bahwa organisasi haruslah bersifat simbiosis mutualisme.

“Hubungan antara organisasi dan anggotanya harus dijadikan simbiosis mutualisme. Sederhananya, organisasi menjadi besar karena kinerja anggotanya. Di saat yang sama, anggota harus mendapatkan pengembangan diri yang nyata dari organisasi. Jika itu terjadi, barulah organisasi ini relevan,” tutup Rio.

Setelah jeda istirahat, salat, dan makan (ishoma), agenda dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker). Ini merupakan sesi inti, di mana setiap bidang mempresentasikan rancangan program-program unggulannya untuk satu periode ke depan.

Baca juga: Himpasay Gelar Peringatan Maulid Nabi Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

Sesi pemaparan program kerja berlangsung secara fokus dan konstruktif. Dimulai dari Bidang Pendidikan, Keagamaan & PSDM, dilanjutkan oleh Bidang Olahraga & Kesenian, serta Bidang Media, Informasi & Komunikasi. Presentasi kemudian diteruskan oleh Bidang Pemberdayaan Anggota, Bidang Administrasi & Kesekretariatan, serta Bidang Advokasi, Politik & Kajian Isu Strategis.

Rangkaian pemaparan ditutup dengan presentasi komprehensif dari Bidang Hubungan Antar Lembaga. Seluruh acara yang berlangsung khidmat dari pagi hingga sore hari berjalan dengan lancar.

Dengan tuntasnya Upgrading dan Rapat Kerja ini, HIMPASAY Yogyakarta kini memiliki bekal pemahaman yang lebih kuat serta peta jalan program yang jelas. Sesuai dengan tema dan tajuknya, organisasi ini siap untuk “merajut asa” dan “mengukir karya” nyata bagi anggota, masyarakat Aceh, dan Yogyakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU