Hilangkan Ketakutan Matematika di SD, UAJ Ciptakan Model Kosa Kata TSN Jadi Pelajaran Menyenangkan
INDOZONE.ID - Unika Atma Jaya (UAJ) menciptakan terobosan baru untuk dunia pendidikan dasar melalui Model Kosa Kata TSN (Teknis, Sub Teknis, Non Teknis).
Inovasi tersebut didorong oleh semangat untuk mengatasi rasa takut yang sering dialami anak-anak terhadap angka di ruang kelas sekolah dasar.
Baca juga: 5 Negara yang Dikenal dengan Biaya Pendidikan yang Murah
Model Kosa Kata TSN bertujuan menjembatani literasi dan numerasi secara kontekstual dalam proses pembelajaran.
Inovasi tersebut secara resmi diperkenalkan pada 10 Oktober 2025, di SD Santo Lukas III Penginjil, Jakarta Utara.
Acara ini dihadiri oleh tim dari UAJ, termasuk Dosen Pendidikan Profesi Guru, Clara Ika Sari Budhayanti, M.Si., Dosen PGSD, Dr. Ivan Stevanus, M.Pd., dan Kepala Program Studi PGSD, Dr. YC. Dhian Ariani, M.Hum..
Clara Ika Sari Budhayanti memaparkan gambaran praktis tentang penerapan model tersebut di ruang kelas.
Baca juga: Perpustakaan Unpak dan DKM Masjid Dorong Literasi dan Wirausaha Melalui STARBOOKS
Melalui pendekatan ini, konsep-konsep matematika dapat disisipkan secara kontekstual ke dalam kegiatan membaca.
Media pembelajaran seperti kartu literasi dan cerita numerasi diperlihatkan untuk membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
“Dengan pendekatan ini, anak-anak lebih tertarik dan tidak merasa belajar matematika itu menegangkan,” ujar Clara.
Model Kosa Kata TSN memperkuat pemahaman konseptual siswa dengan mengelompokkan kosakata ke dalam tiga dimensi.
Baca juga: Mahasiswa UNNES Ciptakan MATHRIA, Game Petualangan yang Ubah Pelajaran Matematika Jadi Menyenangkan
Dimensi tersebut meliputi, dimensi teknis (istilah khusus mata pelajaran), dimensi sub teknis (istilah penunjang pemahaman), dan dimensi non teknis (bahasa umum sehari-hari).
Dari sisi perancangan, Dr. Ivan Stevanus menekankan pentingnya guru memahami prinsip A-B-C-D (Audience–Behavior–Condition–Degree) saat menyusun tujuan belajar dengan Model Kosa Kata TSN.
Beliau menjelaskan bahwa kosakata berfungsi sebagai instrumen berpikir yang harus dipilah agar tujuan pembelajaran mendukung pemahaman konsep secara terstruktur dan mendalam.
Sementara itu, Dr. Dhian Ariani menegaskan bahwa model ini sangat aplikatif dan dapat digunakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun asesmen formatif.
Baca juga: Mahasiswa Wajib Tahu! 4 Gaya Belajar untuk Pahami Materi Lebih Dalam
Penerapan Model TSN mampu mengasah kemampuan membaca, menulis, sekaligus berpikir logis-matematis siswa.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari para peserta, yang melihat Model TSN sebagai cara baru memahami pembelajaran yang sederhana dan bermakna.
Kepala Sekolah SD Santo Lukas III Penginjil, Benedictus Arybowo, S.Pd., menilai model ini membantu guru memetakan kemampuan siswa dan merancang pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.
Model Kosa Kata TSN diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pembelajaran yang lebih bermakna, serta dapat diadaptasi lebih luas di berbagai satuan pendidikan dasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Atmajaya.ac.id