Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 19:38 WIB

UM dan Muhammadiyah Malaysia Padukan Sains dan Budaya dalam Pendidikan

UM dan Muhammadiyah Malaysia Padukan Sains dan Budaya dalam PendidikanProgram ini menggabungkan seni batik dengan konsep ilmiah dalam kimia, fisika, dan biologi melalui kegiatan Where is the Vitamin C?, pemisahan sederhana, serta pelatihan batik ecoprint dan batik jumput (um.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Negeri Malang (UM) terus memperluas kiprah pendidikannya ke kancah internasional melalui program unik yang menghubungkan sains dengan seni budaya Indonesia.

Kegiatan ini dinamakan Program Demonstrasi Sains Batik (PODESABA), yang diselenggarakan di Sanggar Muhammadiyah Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.

Program ini adalah bagian dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Luar Negeri (PKLN) yang dilaksanakan pada Agustus 2025.

PODESABA digagas oleh Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM.

Baca juga: 4 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Cocok Jadi Latar Drama Korea, Mana Aja Nih?

Kolaborasi Lintas Negara

PODESABA dipimpin Prof. Dr. Sc. Anugrah Ricky Wijaya, S.Si., M.Sc.. Dalam pelaksanaannya, UM berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.

Kolaborasi ini bertujuan menjembatani antara kalangan akademisi UM dengan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya untuk memperkenalkan sains yang berbasis pada budaya lokal.

“Melalui PODESABA, kami ingin menunjukkan bahwa sains dapat dikemas dengan cara yang kontekstual, menarik, dan dekat dengan budaya Indonesia,” ujar Prof. Anugrah Ricky. 

Baca juga: Unila Bawa Busana Lampung ke Kancah Global, Kearifan Lokal Bertemu Inovasi Digital!

Sains dalam Bingkai Batik

Prof. Anugrah Ricky mengungkapkan timnya ingin menunjukkan, bahwa sains bisa dikemas dengan kontekstual, menarik, dan dekat dengan budaya Indonesia melalui PODESABA.

Program ini secara spesifik menggabungkan konsep ilmiah dari kimia, fisika, dan biologi dengan seni batik melalui kegiatan "Where is the Vitamin C?", pemisahan sederhana, serta pelatihan batik ecoprint dan batik jumput.

Anak-anak Indonesia di Malaysia diajak untuk memahami proses ilmiah, yang terjadi di balik sebuah karya seni sembari memupuk rasa cinta terhadap budaya bangsa.

Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Mereka merasa lebih mudah untuk memahami sains ketika materi tersebut dikaitkan dengan aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan konteks budaya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UM dan Muhammadiyah Malaysia Padukan Sains dan Budaya dalam Pendidikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!