INDOZONE.ID - Beberapa fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menyelesaikan visitasi penilaian akreditasi internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur fur Studiengange den Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).
Fakultas tersebut antara lain Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Sekolah Pascasarjana (SPs), dan Fakultas Biologi (FBio). Acara visitasi ini berlangsung di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Kamis (13/11).
Baca juga: Mahasiswa Universitas Airlangga Raih Gold Medal di Kompetisi Essay Internasional 2025
Memastikan Prodi Sesuai Standar Internasional
Proses visitasi berlangsung buat mastiin kesesuaian program studi dengan standar akademik internasional. Tim asesor menjelaskan hasil evaluasi dan beberapa rekomendasi buat enam program studi yang diajukan.
Enam program studi tersebut, yaitu S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, S2 Teknik Biomedis, S3 Biologi, S3 Ilmu Lingkungan, dan S3 Bioteknologi.
Baca juga: Hobi Membaca dan Menulis? Ini 5 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Paling Cocok untuk Pecinta Literasi
Perwakilan tim asesor ASIIN, Prof. Dr. Joachim Fensterle, mengapresiasi adanya fasilitas laboratorium dan sarana belajar di UGM. Ia menyebut bahwa ketersediaan perangkat ini bisa jadi nilai tambah buat mahasiswa saat meneliti.
“Luar biasa peralatan di sini, seperti yang saya harapkan, kami telah berjalan jauh dan tidak dapat pulang jika tidak menemukan apa-apa. Jadi kami berterima kasih karena kalian memberi kami sesuatu,” tuturnya.
Baca juga: LSPR Institute Jalin Kerjasama dengan UCL, Buka Akses Belajar Intensif di London
Hal yang Harus Disempurnakan
Walaupun demikian, Fenstrele juga menyoroti beberapa hal untuk disempurnakan, seperti penyusunan deskripsi modul perkuliahan, transfer kredit, dan pertukaran mahasiswa.
Selain itu, peningkatan modul ini disebut bisa perkuat transparansi akademik dan mempermudah kolaborasi internasional.
Frensterle juga mendorong mobilitas mahasiswa internasional, baik incoming atau outgoing. Ia menyarankan buat nambah mata kuliah berbahasa Inggris selain di program internasional. Ini bertujuan agar siap menghadapi dinamika akademik global.
Baca juga: Hilangkan Ketakutan Matematika di SD, UAJ Ciptakan Model Kosa Kata TSN Jadi Pelajaran Menyenangkan
“Kelas berbahasa Inggris dapat membantu mahasiswa mengurangi kekhawatiran mereka saat mengikuti studi di luar negeri dan memperkuat daya saing lulusan,” ujarnya.
Tim asesor lain, Dipl. Phys. Rainer Arnold, menegaskan pentingnya tindak lanjut dari semua fakultas untuk menyesuaikan rekomendasi yang sudah ditentukan, dan sesuai batas waktu.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan resmi ASIIN bakal dijadwalkan terbit di akhir Maret 2026. Masa berlaku akreditasi pun berlaku selama lima tahun.
Baca juga: 5 Tipe Dosen yang Bikin Kuliah di Luar Negeri Jadi Lebih Seru, Humble dan Seru!
Kolaborasi Lintas Fakultas
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, mengapresiasi kolaborasi tim asesor ASIIN selama dua hari ini. Ia juga menyebut bahwa penghargaan yang diraih adalah hasil kerja keras dalam mempersiapkan akreditasi internasional.
“Kami percaya, dengan kerja sama lintas fakultas dan semangat peningkatan berkelanjutan, UGM dapat memperkuat reputasi akademik di tingkat global,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id