Bekal Kurikulum di UMY, Robiansyah Bisa Ngajar Bahasa Inggris di Sekolah Mitra Walailak University Thailand
INDOZONE.ID - Robiansyah Marpaung, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2022, kini tengah menempuh program magang internasional di Thailand.
Meski berstatus peserta magang di Walailak University, Robiansyah dan rekan-rekannya ditempatkan untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra Walailak University pada 1 hingga 28 November.
Baca juga: PSM ITB Raih Empat Gelar Juara di Thailand International Choir Festival 2025
Robiansyah menyampaikan, bahwa pengalaman mengajarnya di Thailand telah memberikannya berbagai pembelajaran penting. Pembelajaran secara spesifik berfokus pada cara beradaptasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Meski demikian, kesulitan paling utama yang ditemuinya, adalah saat berinteraksi dengan para siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (Junior High School).
“Untuk Junior High School, menurut saya pribadi, itu memang masih low, benar-benar dari nol,” ujar Robiansyah.
Baca juga: DKV ISI Surakarta Kenalkan Design Activism ke Siswa SMK Bondowoso
Kondisi ini memaksa adaptasi total. Dirinya harus memulai pengajaran dari materi paling dasar, seperti melatih mereka mengucapkan alfabet dalam bahasa Inggris karena banyak yang belum tahu.
Robiansyah berkolaborasi dengan guru-guru setempat, untuk menerjemahkan materi presentasi (PowerPoint) ke dalam bahasa Thailand,
Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik bagi siswa setingkat Sekolah Menengah Pertama (Junior High School).
Beruntung, bekal yang ia dapat dari PBI UMY dinilai sangat membantu dalam beradaptasi. Fondasi kukuh untuk melaksanakan praktik di lapanganm telah disediakan oleh Kurikulum PBI.
Baca juga: Mahasiswa Wajib Tahu! 4 Gaya Belajar untuk Pahami Materi Lebih Dalam
Landasan tersebut dibentuk melalui kegiatan micro teaching dan magang mengajar yang dimulai sejak semester 5 dan 6. Sekolah mitra memberikan izin penuh kepada Robiansyah untuk menyusun bahan ajar.
Pemberian kebebasan tersebut dimanfaatkan Robiansyah untuk menerapkan sistem pengajaran yang mengandalkan teknologi, sesuai dengan ilmu yang ia dapati selama di UMY.
“Saya menggunakan bahan ajar yang saya pelajari di PBI UMY, yang lebih berbasis teknologi. Misalnya Padlet dan Kahoot untuk games evaluation agar kelas lebih interaktif dan produktif,” tuturnya.
Baca juga: 6 Langkah Bangun Mindset Produktif untuk Mahasiswa Agar Bisa Fokus di Tengah Tekanan Kampus
Robiansyah menyampaikan, bahwa kemampuan yang paling menonjol selama menjalani program magang adalah keterampilan komunikasi serta rasa percaya diri saat menyampaikan materi.
Dalam upaya melakukan evaluasi, Robiansyah menggunakan asesmen otentik (authentic assessment) untuk memotivasi para siswa agar dapat mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung.
Selain asesmen otentik, di akhir sesi juga diberikan kuis untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Data yang diperoleh dari proses evaluasi kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penyesuaian terhadap materi pelajaran berikutnya.
Baca juga: SOP dan Evaluasi 360 Derajat: Cara Baru Mahasiswa UNDIP Benahi BUMDes Dadi Mukti Gentan
Hal ini menjadikan proses belajar-mengajar yang dilakukan Robiansyah sebagai pembelajaran yang responsif. Robiansyah mengutarakan harapannya agar program magang internasional seperti ini terus diadakan.
Ia melihat program magang internasional sebagai jalur bagi mahasiswa PBI UMY untuk mendapatkan pengalaman berharga dalam mempelajari berbagai metode pengajaran dalam konteks global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umy.ac.id