INDOZONE.ID - Threads of Joy 2025 berlangsung selama empat hari pada 24 sampai 27 November 2025.
TFISC BINUS @Malang bersama UKM Band menyelenggarakan kegiatan yang memberi ruang inklusif untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan siswa FIB School of Talent.
Peserta belajar dan berkreasi dalam suasana yang aman dan mudah diikuti.
Baca juga: Makan Malam Networking di Korea Buktikan Koneksi BINUS Tak Kenal Jarak dan Waktu
Volunteer mendampingi setiap anak agar semua kegiatan berjalan nyaman dan terstruktur.
Kegiatan dibuat sederhana dan dekat dengan dunia anak. Storytelling menggunakan boneka tangan menjadi pembuka setiap sesi.
Cerita Kancil dan Buaya dibawakan dalam versi yang ringan dan mudah dipahami. UKM Band mengiringi sesi storytelling dengan musik yang lembut sehingga suasana terasa lebih tenang dan menarik untuk anak-anak.
Shrink paper menjadi aktivitas utama. Anak-anak menggambar, mewarnai, dan melihat hasilnya berubah menjadi gantungan kunci kecil.
Kegiatan pertama berlangsung di SLB YPAC. Volunteer membuka sesi dengan boneka tangan Kancil dan Buaya.
Musik dari UKM Band membuat cerita terasa lebih hidup. Anak-anak memberi respon singkat dan mulai fokus pada alur cerita.
Setelah sesi selesai, mereka membuat kerajinan shrink paper dengan gambar hewan dan karakter lucu.
Hari kedua terasa lebih akrab. Cerita Kancil dan Buaya kembali menjadi pembuka. Musik dari UKM Band tetap mengiringi sesi storytelling.
Maskot Taffy hadir untuk menyapa peserta dan membuat suasana lebih ceria. Setelah itu mereka membuat gantungan kunci shrink paper.
Pada hari ini ada kerajinan tambahan. Anak-anak membentuk play doh dan menempelkannya ke pigura. Ice breaking menutup sesi. Panitia juga memberikan appreciation gift kepada guru di sekolah.
Hari ketiga berlangsung di FIB School of Talent. Siswa FIB memberikan respon yang antusias.
Boneka Buaya yang bergerak dan iringan musik dari UKM Band membuat cerita lebih menarik. Maskot Taffy kembali hadir untuk menemani peserta.
Workshop dilanjutkan dengan pembuatan gantungan kunci shrink paper dengan berbagai desain dan warna.
Hari keempat menutup seluruh rangkaian. Storytelling dibawakan untuk terakhir kalinya dengan musik pengiring dari UKM Band. Peserta membuat gantungan kunci terakhir dari shrink paper.
Mereka juga membuat kerajinan play doh dan menempelkannya ke pigura. Panitia memberikan appreciation gift kepada guru FIB. Acara ditutup dengan foto bersama.
Baca juga: Didukung Microsoft, Binus Lanjutkan Pembelajaran AI Tahun Kedua
UKM Band mendukung kegiatan ini sejak awal. Musik mereka mengiringi storytelling, membuat anak-anak lebih fokus dan nyaman. Musik juga mencairkan suasana dan mendorong peserta lebih percaya diri.
Banyak anak ikut bergerak kecil mengikuti irama. Musik memberi energi positif di setiap hari kegiatan.
Threads of Joy menunjukkan bahwa storytelling dengan musik dan kerajinan sederhana bisa memberi pengalaman bermakna bagi anak-anak. Mereka belajar mengekspresikan diri dan bangga terhadap karya mereka.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Threads of Joy membuktikan bahwa ruang inklusif dapat tercipta melalui kegiatan kecil yang dilakukan dengan perhatian dan niat baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release