INDOZONE.ID - Universitas Padjadjaran (Unpad) sudah mendata 44 mahasiswa terdampak bencana Sumatera.
Sebagai bentuk dukungan, Unpad memprioritaskan mereka untuk mendapatkan beasiswa, serta mendapat pendampingan untuk memastikan kebutuhan perkuliahan.
"Mahasiswa terdampak akan mendapat prioritas beasiswa tidak mampu. Unpad juga berencana akan mengumpulkan mereka dalam waktu dekat untuk mengecek kebutuhan yang sekiranya dapat dibantu untuk keseharian mereka di sini,” ujar Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, Ph.D.
Sampai saat ini, Unpad masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjamin keberlanjutan para mahasiswa terdampak.
Ini adalah komitmen Unpas untuk memastikan bahwa seluruh elemen sivitas akademik bisa dapat akses pendidikan, walaupun sedang menghadapi kondisi darurat seperti yang dirasakan saat ini.
Baca juga: Jeda atau Mundur? Pertimbangkan 5 Konsekuensi Nyata Jika Kamu Mengambil Cuti Kuliah
Turunkan Relawan ke Lokasi Bencana
Sejak 5 Desember 2025, tim relawan Unpad sudah bergerak untuk operasi tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Tim relawan Unpad tergabung dalam Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue (FKPR).
Kloter pertama terdiri dari 14 personal SAR (Search and Rescue) Unpad, Menwa (Resimen Mahasiswa) Unpad, Mahatva Faperta, dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad.
Mereka juga terbagi ke dalam beberapa regu pencarian dan evakuasi. Selain itu ada tim logistik untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, pada Sabtu, 6 Desember 2025, tim gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus menelusuri aliran sungai di Kecamatan Palembayan, Salareh Aia untuk pemetaan dan evakuasi jalur.
Baca juga: 5 Langkah yang Wajib Dipertimbangkan Mahasiswa Sebelum Terjun ke Dunia Relawan
Tim logistik juga bergerak menyalurkan berbagai bantuan seperti bahan makanan, air minum, susu, vitamin, hingga perlengkapan bayi dan perempuan ke wilayah terdampak.
Selain itu, para relawan juga mengadakan sesi trauma healing di posko, untuk bantu pemulihan secara psikologis.
Tim relawan Unpad dan Basarnas terus melakukan upaya pencarian dan menyisir permukiman terdampak.
Sampai saat ini, tim relawan Unpad masih terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan pencarian dan penyaluran bantuan.
Unpad Akan Kirimkan Kloter Kedua
Tak hanya di Sumatera Barat, Unpad juga akan perkuat penanganan darurat di di Aceh dan Sumatera Utara. Unpad berencana mengirim tim berikutnya untuk turun ke lapangan.
Sebelum berangkat, Unpad akan memberikan pembekalan kepada para relawan.
Kegiatan ini untuk memastikan bahwa relawan yang ke lapangan sudah siap secara mental dan fisik untuk terjun ke lokasi.
“Rencana keberangkatan sesegera mungkin,” kata Inu Isnaeni.
Baca juga: USU Turun Tangan! Kolaborasi FKep dan FK Beri Respons Tanggap Bencana di Sumatera Utara
Sejumlah mahasiswa turut mengikuti pelatihan ini, mereka berasal dari berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM).
Mulai dari SAR Unpad, Resimen Mahasiswa, Pramuka, hingga Asosiasi Mahasiswa Pencinta Alam.
Selain itu, ada juga Koprs Sukarela PMI, dan beberapa unit pencinta alam di tingkat fakultas. Mereka akan diberikan pembekalan teknik, serta prosedur tanggap darurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id, Unpad.ac.id