INDOZONE.ID - Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda pembangunan global yang disusun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan.
SDGs mencakup 17 tujuan utama yang meliputi berbagai aspek, seperti pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan keadilan sosial.
Berikut adalah 6 peran edukatif yang dapat dilakukan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pencapaian SDGs.
6 Peran Edukatif Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Pembangunan Berkelanjutan
1. Memahami Konsep dan Tujuan SDGs
Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda global yang dirancang oleh PBB untuk mencapai pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030.
SDGs terdiri dari 17 tujuan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Pemahaman terhadap SDGs membantu mahasiswa menentukan peran dan kontribusi yang sesuai dengan bidang keilmuannya.
2. Berperan sebagai Agen Edukasi
Mahasiswa berperan penting untuk menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu pembangunan berkelanjutan.
Dengan bekal ilmu yang dimiliki, mahasiswa dapat mengedukasi masyarakat melalui kegiatan diskusi, seminar, kampanye sosial, maupun konten edukatif di media sosial.
Edukasi yang dilakukan dapat membantu masyarakat memahami dampak dari tindakan sehari-hari dan mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan.
Baca juga: Psikopreneurship UNTAR, Ubah Ilmu Psikologi Jadi Board Game Edukasi untuk Asah Kognitif Anak
3. Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan
Kontribusi mahasiswa tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.
Penerapan gaya hidup berkelanjutan seperti mengurangi penggunaan plastik, menghemat listrik dan air, serta memilah sampah merupakan langkah yang mendukung SDGs.
Dengan menerapkan kebiasaan ini, mahasiswa bisa menjadi teladan bagi lingkungan sekitar dan menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan.
4. Terlibat dalam Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Mahasiswa dapat berperan aktif melalui kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat, seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dipelajari saat kuliah untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan di bidang pendidikan, ekonomi, maupun lingkungan.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga melatih kepedulian sosial dan tanggung jawab mahasiswa.
5. Mengembangkan Inovasi dan Kewirausahaan Sosial
Mahasiswa didorong untuk mengembangkan inovasi yang mampu menjawab tantangan sosial dan lingkungan.
Inovasi dapat berupa teknologi sederhana, produk ramah lingkungan, maupun usaha berbasis kewirausahaan sosial.
Kegiatan ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan membantu mencapai tujuan SDGs secara nyata.
6. Membangun Kolaborasi dan Partisipasi Aktif
Pencapaian SDGs membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Mahasiswa perlu membangun kolaborasi dengan komunitas lokal, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.
Melalui kolaborasi, ide dan inovasi yang dimiliki mahasiswa dapat dikembangkan lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar.
Partisipasi aktif dalam berbagai forum dan kegiatan juga membantu mahasiswa memperluas wawasan serta jaringan kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Surabaya.telkomuniversity.ac.id