INDOZONE.ID - Dosen HQT Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (UNPAD), Buntora Pasaribu, berhasil meraih Young Researcher Award (YRA) 2025 kategori dosen.
Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Prestasi ini jadi bukti bahwa dedikasi dan inovasi dari karya ilmiah bisa menembus panggung internasional.
Proses penganugerahan YRA 2025 ini berlangsung di Ball Room BRIN, Jakarta. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Kepala BRIN, Prof. Arief Satria.
Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap para periset muda Indonesia, yang sudah konsisten dan membuktikan bahwa kerja ilmiah bisa mendapatkan pengakuan.
Baca juga: UMSURA Lelang 14 Jersey Pemain Timnas Indonesia dan Liga untuk Donasi ke Korban Bencana Sumatra
Sebelum balik ke Indonesia, Buntora kerja sebagai postdoctoral associate di Amerika Serikat. Ia melanjutkan riset dari pemenang Wolf Prize, sebuah Nobel Prize dalam bidang Pertanian.
Buntora menjalankan misi untuk memetakan kode genetik pada tanaman air buat energi terbarukan.
Kesuksesan Buntora melakukan riset tersebut sudah dipublikasikan di jurnal bergengsi dunia. Ini merupakan modal berharga untuk memperkaya riset mengenai kelautan dan energi terbarukan, khususnya di Indonesia.
YRA 2025 ini menarik ratusan pendaftar dari dalam dan luar negeri, hingga akhirnya mengerucut menjadi 23 finalis terbaik.
Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, energi, lingkungan, dan pangan.
Salah satu keunggulan riset Buntora ada pada konsistensinya dalam mengembangkan riset kesehatan laut Indonesia.
ia menggunakan pendekatan molekular dan multidisipliner, yang mengaitkan isu energi, polusi, sekuester karbon laut, dan sumber daya air.
Baca juga: UGM Soroti Tantangan Perguruan Tinggi di Indonesia, Hanya 5 Persen yang Tergolong Kampus Riset
“Pendekatan lintas-organisme dan multidisipliner ini membuka perspektif baru dalam memahami respons dan adaptasi ekosistem laut dangkal, sekaligus memperkuat posisi riset kelautan Indonesia di tingkat nasional dan internasional,” ujar Buntora.
Buntora melewati tiga tahap seleksi ketat dalam proses mendapatkan penghargaan tersebut. Capaian ini adalah pengakuan atas kegigihannya, serta arah riset yang sudah dibangun secara berkelanjutan.
Bagi PPI, kontribusi ilmiah dari Buntora merupakan cerminan baru dalam riset Indonesia, yang kritis, kolaboratif, dan relevan untuk menjawab tantangan masa depan.
Prestasi Buntora bukan sekadar kebanggaan bagi UNPAD, melainkan inspirasi untuk generasi peneliti muda Indonesia.
Selain itu, capaian ini juga menegaskan bahwa riset inovatif bisa membawa Indonesia bersinar di kancah internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id