INDOZONE.ID - Dalam dunia pendidikan modern, kesuksesan murid kerap kali diukur dari nilai ujian dan capaian akademik semata. Di sisi lain, banyak peserta didik yang kesulitan menghafal materi pelajaran, tanpa benar-benar memahami pola berpikir di baliknya.
Ini menunjukkan cara belajar konvensional belum optimal dalam mendorong kesadaran peserta didik terhadap cara belajar mereka. Oleh sebab itu, konsep metakognitif menjadi relevan untuk dikulik.
Metakognitif merupakan kemampuan seseorang dalam menyadari, memahami, dan mengelola proses berpikirnya sendiri. Dalam konteks pembelajaran, metakognitif berfungsi sebagai acuan dalam mengetahui efektivitas dari strategi belajar serta pengaplikasiannya ketika dihadapkan oleh masalah.
Kemampuan ini membantu peserta didik menjadi pembelajar yang sadar dan reflektif.
Manfaat Metakognitif
Murid yang sering menggunakan metakognitifnya cenderung akan mendapatkan nilai memuaskan. Mereka juga cenderung lebih cepat dalam menerapkan strategi untuk menyelesaikan tugas serta menyesuaikannya ketika mengalami perubahan selama proses belajar.
- Mendukung siswa dalam mencapai tujuan belajar, termasuk saat mengejar prestasi. Hal ini karena mereka akan terbiasa dalam mengatur dan memantau perkembangan diri sendiri.
- Kemampuan kognitif memiliki manfaat yang luas. Semua kalangan dapat merasakan manfaatnya tanpa batasan usia, serta relevan di berbagai situasi.
- Murid mampu mendapatkan pemahaman lebih kompleks terhadap materi yang dipelajari.
- Penerapan metakognitif di sekolah tidak memerlukan biaya besar maupun perubahan infrastruktur pembelajaran.
Fungsi Metakognitif
- Sebagai sarana dalam membantu siswa atau individu, untuk berpikir mendalam ketika dihadapi berbagai permasalahan hingga berhasil menemukan jawabannya.
- Berperan sebagai media untuk melatih kemampuan berpikir saat proses belajar dan menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.
- Membentuk individu yang memiliki kebiasaan dalam minat belajar terhadap berbagai hal.
Baca juga: Pengering Gabah Hybrid Inovasi UNDIP, Panen Tetap Berkualitas meski Cuaca Tak Menentu
Penerapan Metakognitif dalam Pembelajaran
1. Persiapan dan Rencana Pembelajaran
Tahap awal ini merupakan perumusan rencana tujuan belajar secara tertulis, yang masuk dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Perencanaan matang dapat membantu siswa dalam memahami arah pembelajaran, sehingga mereka dapat lebih mudah lagi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan ke depannya.
2. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran
Pada tahapan ini, siswa dituntut untuk memilih strategi belajar yang paling sesuai. Melalui tahap ini, guru juga hadir sebagai pembimbing dalam proses tersebut.
3. Penerapan Strategi dan Pemantauan Proses
Setelah memilih strategi, siswa perlu memantau proses pembelajarannya guna memastikan strateginya berhasil mencapai tujuan belajar optimal.
Peran guru menjadi penentu dalam menerapkan strategi yang tepat dalam menjawab permasalahan.
4. Pengaturan Berbagai Strategi Pembelajaran
Kemampuan metakognitif dapat membantu siswa dalam mengombinasikan berbagai strategi pembelaran yang telah dipilih. Mereka juga dapat mengetahui jika strategi yang digunakan sudah tidak lagi relevan sehingga perlu diganti.
5. Evaluasi Strategi Pembelajaran
Evaluasi penting karena dapat membantu siswa dalam menilai strategi mana yang paling optimal dalam menyelesaikan permasalahan.
Baca juga: Mahasiswa ITS Hadir di Tengah Nelayan, Bawa Inovasi Pelapis Kapal Ramah Lingkungan
Dengan memahami esensi dan penerapan metakognitif dalam proses belajar, siswa tidak akan hanya selalu dituntut untuk mengejar nilai saja. Akan tetapi, mereka juga diajak mengetahui strategi belajar dan berpikir yang tepat dalam memecahkan masalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sampoernaacademy.sch.id