Selasa, 13 JANUARI 2026 • 11:40 WIB

Sekolah Rakyat, Program Baru Pendidikan Gratis Berasrama di Indonesia

Author

Sekolah Rakyat (indonesia.go.id)

INDOZONE.ID - Program Sekolah Rakyat (SR) telah berlangsung sejak 14 Juli 2025. Inisiatif ini digagas sebagai salah satu agenda besar Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Program ini dirancang untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas melalui pendidikan gratis. Fasilitas asrama juga hadir diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Konsep Sekolah Rakyat juga mencangkup pelatihan pengembangan diri, agar saat lulus nanti para siswa menguasai berbagai keterampilan dan memiliki karakter yang kuat.

Sistem asrama diterapkan agar siswa dapat dipantau dan pemenuhan gizi dapat disalurkan lebih optimal.

Baca juga: 13 Januari Memperingati Hari Apa Saja? Cek Daftar Lengkapnya di Sini

Pada awal pelaksanaannya, Sekolah Rakyat ditargetkan ada 40 unit pada Juli 2025 dan dikembangkan menjadi 160 unit pada akhir tahun 2025. Target tersebut mencakup beberapa daerah yang meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, hingga Papua.

Menurut data bulan Juni 2025, progres pembangunan 100 unit sekolah di berbagai daerah telah mencapai 80% dan sebanyak 53 sekolah dari jumlah pembangunan tersebut akan beroperasional pada Juli 2025.

Pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan melalui 2 metode, yaitu memanfaatkan bangunan sekolah yang sudah ada dan membangun fasilitas seperti gedung sekolah baru, asrama, dan sarana pendukung lainnya.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah menyiapkan tenaga pendidik sebanyak 1.554 guru dan harus melalui proses seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) terlebih dahulu.

Baca juga: Pulihkan Trauma Pascabencana, Program Dukungan Psikososial Hadir di Aceh Utara

Sementara itu, penerimaan peserta didik telah dibuka sejak 1 April 2025. Mereka terlebih dahulu harus mengikuti tes psikotes, tes akademik, dan pemeriksaan kesehatan. Seleksi ini dikhususkan bagi anak-anak dari Desil 1, yakni ketegori keluarga miskin dan sangat miskin.

Di Papua, salah satu murid bernama Queen Sabattini merasa dilema karena harus meninggalkan kedua orang tua di rumah untuk mengenyam akses pendidikan di Sekolah Rakyat. 

Berbeda dengan Papua, pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau Jawa cenderung memanfaatkan model revitalisasi aset yang sudah tersedia dan memodifikasi konsep pendidikan berasrama.

Baca juga: Diserbu Pelajar! 30 Peguruan Tinggi Adu Keunggulan di Acara Riau Edutech Campus Summit 2026

Sementara itu, NTT sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan dan putus sekolah yang tinggi, membuatnya mendapat perhatian khusus dan prioritas dari pemerintah.

Sebagai implementasi dari rancangan inovasi di bidang pendidikan gratis, program ini memiliki peluang besar dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok kurang mampu.

Namun, pelaksanaan Sekolah Rakyat tetap harus diimbangi dengan kajian yang komprehensif agar pelaksaannya dapat berjalan optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umj.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU