Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

Inovasi Bionghum Mahasiswa UPER, Ubah Limbah Sorgum Jadi Produk Bernilai Hingga Pendapatan Petani Naik 40 Kali Lipat!

Author

Bionghum Patalabana (universitaspertamina.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Pertamina (UPER), Ni Kadek Karina Dewi dan Haykal Sulthan Hakeem, mengembangkan inovasi Bionghum Patalabana, biobriket ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah batang sorgum.

Inovasi tersebut muncul karena keprihatinan mereka terhadap banyaknya sisa panen sorgum yang mencapai 40 ton per hektar dan selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. 

Baca juga: "FASTAN," Inovasi Pertanian Cerdas Garapan UGM dengan Pemkab Kulon Progo

“Melalui Bionghum, kami mengolah limbah tersebut menjadi biobriket ramah lingkungan agar memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi,” ungkap Karina.

Keunggulan Bionghum dibandingkan arang biasa adalah lebih tahan lama. Bionghum mampu menyala hingga dua jam, dua kali lipat lebih lama dibandingkan arang kayu biasa yang rata-rata hanya bertahan satu jam.

Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan produk 32 persen lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional, serta mengubah sampah pertanian menjadi produk energi yang memiliki nilai jual.

Tidak hanya fokus pada lingkungan, proyek ini juga memberdayakan masyarakat. Karina telah bekerja sama dengan tiga kelompok petani di Bali untuk memproduksi Bionghum. 

Baca juga: Berangkat dari Kepedulian untuk Petani, Mahasiswa UNAIR Ukir Emas di IPITEX 2026

Bionghum juga membawa pengaruh ekonomi bagi petani sorgum dan sejalan dengan agenda pengembangan ekonomi hijau nasional yang berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja baru hingga 2030 (Bappenas, 2023).

Pendapatan para petani dilaporkan meningkat drastis hingga 40 kali lipat per bulan setelah melakukan pengolahan limbah sorgum menjadi Bionghum.

“Peningkatan ini tidak hanya menaikkan pendapatan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan pengolahan pascapanen, dan memperkuat posisi petani dalam rantai nilai energi bersih,” tutur Karina.

Berkat manfaatnya yang membawa pengaruh positif, inovasi Bionghum Patalabana berhasil menembus posisi Top 7 dalam ajang wirausaha bergengsi, Pertamuda Seed and Scale 2025. 

Baca juga: Manfaatkan Limbah Gedebok Pisang Menjadi Kerajinan Tangan, Mahasiswa IT Unikma Pulang Sebagai Juara 1 GENKBIZ Yogyakarta

Rektor UPER, Prof. Wawan Gunawan, menegaskan bahwa pencapaian yang diraih adalah hasil dari ekosistem inkubasi bisnis kampus.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan ide, tetapi mengembangkannya menjadi solusi nyata yang menjawab persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi inovasi seperti Bionghum menunjukkan bahwa mahasiswa dapat membaca masalah secara nyata dan mengolahnya menjadi peluang usaha berkelanjutan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universitaspertamina.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU