Firdaus Sari Asta. mahasiswa Teknik Informatika Unikma peraih juara 1 GENKBIZ (unikma.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Teknik Informatika semester 7 Universitas Komputama, Firdaus Sari Asta, berhasil menduduki posisi sebagai juara 1 setelah mengubah gedebok pisang menjadi kerajinan tangan dengan nilai jual tinggi pada perhelatan Generasi Kreatif Berbisnis (GENKBIZ) di Yogyakarta.
Perlombaan ini berhasil diselenggarakan dengan kerja sama antara KB Bank dan Semut Nusantara untuk membuktikan bisnis berkelanjutan dapat berjalan dengan inovasi kearifan lokal yang ada.
Melalui perlombaaan ini, para peserta yang merupakan wirausaha muda diikutsertakan untuk menunjukan potensi mereka di bidang bisnis yang siap menghadapi tantangan ekonomi global secara tangguh dan inovatif.
Perlombaan ini dimulai dengan agenda bootcamp intensif. Para peserta didampingi oleh seorang mentor yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang kuat di bidang bisnis.
Lalu, agenda dilanjut dengan pitching session di mana peserta akan maju berhadapan dengan para dewan juri untuk mempresentasikan model bisnisnya.
Presentasi yang diperkenalkan Firdaus membuat para juri terkesima. Ia dapat mengkombinasikan Social Enterprise dengan latar belakang pendidikannya di bidang IT.
Model bisnis tersebut menarik bagi juri karena memiliki potensi baik dalam mengurangi limbah pertanian secara masif.
Selain itu, juri juga menilai inovasi garapan Firdaus tersebut juga memiliki dampak secara sosial dengan melibatkan warga sekitar dalam proses produksinya.
Baca juga: Mandiri di Semester 7, Mahasiswa UMM Ini Berani Wujudkan Apotek Impiannya
“Bisnis kamu sudah bagus dan berdampak untuk lingkungan serta masyarakat. Produknya juga keren. Do the best, ya,” ujar salah satu juri.
Firdaus mengemas model bisnisnya itu menjadi beberapa varian kerajinan tangan berbahan dasar pelepah pisang. Inovasi ini lahir berkat rasa resahnya terhadap limbah batang pisang yang kerap menyumbat saluran air saat Cilacap dilanda banjir.
Bersama timnya "Bana Sentra," mereka mengubah limbah tadi menjadi hampers, dompet, sampul buku, tempat kartu nama, hingga gantungan kunci.
Produk-produk tersebut memiliki nilai keunggulan sendiri, yakni mengusung konsep circlular economy sebagai sebuah solusi berbasis ekonomi kreatif untuk mengatasi masalah limbah yang merusak lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unikma. Ac.id