INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 8 Universitas Diponegoro, Syahdan Ali Al Fidai, mahasiswa Teknik Sipil Undip, membuat peta analisis risiko potensi penyakit yang pada lingkungan RW 08 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan lingkungan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being).
Penyerahan peta dan analisis resiko potensi penyakit tersebut diserahkan kepada ketua RW 08 Keluarahan Ngemplak Simongan bertempat di Balai RW 8 pada Minggu (1/2/2026).
RW 8 Ngemplak Simongan merupakan kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan dilalui oleh aliran sungai yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, mahasiswa menemukan bahwa terdapat beberapa faktor lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab munculnya berbagai penyakit di wilayah tersebut.
Kedekatan wilayah permukiman dengan aliran sungai menjadi salah satu faktor risiko kesehatan masyarakat.
Kondisi sungai yang berpotensi tercemar limbah rumah tangga dapat meningkatkan risiko penyakit kulit seperti dermatitis akibat paparan air yang kurang higienis.
Baca juga: Menggiurkan! Lulusan Kartografi Bisa Kantongi Gaji Hingga Rp20 Juta per Bulan
Selain itu, kualitas air yang tidak terjaga juga berpotensi menyebabkan penyakit kolera yang dapat menular melalui air yang terkontaminasi bakteri.
Faktor lainnya adalah kepadatan penduduk yang cukup tinggi di wilayah RW 8.
Kepadatan hunian dapat menyebabkan sirkulasi udara dalam rumah menjadi kurang optimal serta meningkatkan kelembapan lingkungan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya penyakit infeksi jamur pada kulit maupun pernapasan.
Baca juga: Siapkan Diri dari Sekarang! Ini Panduan Lengkap dan Strategi Lolos SNBP 2026
Selain itu, kepadatan penduduk juga berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama apabila terdapat genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Mahasiswa KKNT juga menemukan adanya beberapa titik penumpukan sampah yang belum tertangani secara optimal.
Penumpukan sampah tersebut berpotensi menjadi sumber penyebaran bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit diare serta hepatitis A.
Kedua penyakit ini umumnya muncul akibat sanitasi lingkungan yang kurang baik dan kontaminasi makanan maupun air oleh mikroorganisme patogen.
Baca juga: Sambil Jadi Ojol Pengantar Makanan, Mahasiswa UGM Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT Undip tidak hanya melakukan pemetaan kondisi lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Edukasi dilakukan melalui komunikasi langsung dengan warga dengan menyampaikan langkah-langkah pencegahan penyakit, seperti pengelolaan sampah yang baik, menjaga kebersihan saluran air, serta menjaga kualitas sanitasi lingkungan.
Program ini memiliki keterkaitan dengan pencapaian SDGs poin 8 yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat sebagai salah satu faktor pendukung produktivitas masyarakat.
Lingkungan yang bersih dan sehat dapat meningkatkan kualitas kesehatan warga sehingga mampu menunjang aktivitas kerja masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan menurunnya risiko penyakit, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih optimal.
Melalui program kerja ini, mahasiswa berharap hasil pemetaan dapat menjadi gambaran kondisi lingkungan secara menyeluruh bagi masyarakat dan perangkat wilayah setempat.
Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam merencanakan upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Diponegoro kepada masyarakat.
Dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, produktif, serta mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan