Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 18:05 WIB

Cegah DBD, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Pembuatan Spray Anti Nyamuk di Kelurahan Ngemplak Simongan

Author

Mahasiswa KKN Undip mengajak warga membuat spray anti nyamuk untuk mencegah dbd(Zahra Mufit Salsabila).

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Fakultas Kesehatan Masyarakat, Gaury Irgy Selomitha, melaksanakan program kerja demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami. 

Program tersebut dirancang sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyelenggaraannya dilakukan di RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang, Sabtu (24/1/2026). 

Kegiatan secara khusus menyasar ibu rumah tangga sebagai pihak yang dianggap berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan rumah.

Baca juga: Petakan Potensi Risiko Penyakit, Mahasiswa KKN Undip Bantu Warga Ciptakan Lingkungan Sehat

Program kerja tersebut mengusung tema “Pola Bina Lingkungan Sehat.” 

Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan masyarakat. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendorong peran aktif ibu rumah tangga dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan, khususnya DBD.

Demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk menjadi fokus utama kegiatan. 

Spray dibuat dengan memanfaatkan bahan alami seperti serai dan alkohol 70% sebagai bahan dasar yang mudah diperoleh. 

Baca juga: Kisah Farouk, Buktikan Kerja Sambil Kuliah Bukanlah Penghalang untuk Naik Jabatan

Serai diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang memiliki aroma khas dan bersifat repelen alami. 

Kandungan tersebut tidak disukai oleh nyamuk karena dapat mengganggu sistem penciumannya, sehingga efektif membantu mengurangi keberadaan nyamuk di sekitar lingkungan rumah.

Dalam demonstrasi tersebut, diperagakan secara langsung tahapan pembuatan spray, mulai dari persiapan bahan, proses perendaman serai, hingga pengemasan ke dalam botol semprot. 

Seluruh proses pembuatan disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh warga.

Secara singkat, pembuatan spray anti nyamuk alami ini dilakukan dengan cara memotong serai menjadi bagian kecil, kemudian direbus hingga senyawa aromatiknya terekstraksi secara optimal. 

Setelah itu, larutan disaring dan dicampurkan dengan alkohol 70% dengan perbandingan 3:1. 

Larutan yang telah tercampur merata kemudian dimasukkan ke dalam botol semprot sehingga siap digunakan. 

Baca juga: Investasi Ekologi, Kolaborasi Tim KKN Undip dengan Warga Jaga Kelestarian Air Tanah Lewat Lubang Biopori

Spray anti nyamuk alami ini dapat diaplikasikan pada sudut ruangan, tumpukan kain, sela pintu, maupun area sekitar rumah yang berpotensi menjadi tempat hinggap nyamuk. 

Penggunaan spray secara rutin diharapkan dapat membantu mengurangi keberadaan nyamuk di lingkungan rumah sebagai langkah pendukung pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari ibu-ibu RW 7. 

Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait cara penggunaan spray, daya tahan, serta keamanan penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari. 

Kesederhanaan bahan dan proses pembuatan menjadikan spray anti nyamuk alami ini sebagai alternatif pengendalian nyamuk yang praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan. 

Baca juga: Menggiurkan! Lulusan Kartografi Bisa Kantongi Gaji Hingga Rp20 Juta per Bulan

Warga menyambut baik inovasi spray anti nyamuk berbahan alami ini karena dinilai lebih aman dan ramah lingkungan.

Warga menyambut baik inovasi spray anti nyamuk berbahan alami ini karena dinilai lebih aman serta mudah untuk dibuat kembali secara mandiri di rumah. 

Hal itu tampak dari berbagai testimoni warga setelah acara selesai. 

Selain itu, warga juga membawa pulang spray hasil demonstrasi untuk digunakan di lingkungan rumah masing-masing. 

Baca juga: Siapkan Diri dari Sekarang! Ini Panduan Lengkap dan Strategi Lolos SNBP 2026

Demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk ini diharapkan dapat menjadi langkah pendukung penerapan 3M Plus, khususnya dalam upaya mengurangi kontak dengan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebagai pengantar kegiatan, disampaikan pula edukasi singkat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue serta peran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penularan. 

Demonstrasi spray anti nyamuk ini diharapkan dapat mendukung penerapan 3M Plus, terutama dalam mengurangi kontak langsung dengan nyamuk penyebab DBD di lingkungan rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro berharap masyarakat Kelurahan Ngemplak Simongan dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan lingkungan serta memiliki keterampilan sederhana untuk melindungi keluarga dari risiko DBD. 

Baca juga: Sambil Jadi Ojol Pengantar Makanan, Mahasiswa UGM Ini Lulus dengan Predikat Cumlaude

Program kerja ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi kesehatan yang praktis, terjangkau, dan berbasis potensi alam sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU