INDOZONE.ID - Masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa sering kali diabaikan. Banyak mahasiswa mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi, tetapi tidak tahu harus mencari bantuan ke mana.
Dalam hal ini, kampus memiliki peran penting dalam menyediakan layanan konseling yang aman, mudah diakses, dan tidak memberikan stigma negatif.
Baca juga: Siapkah Kamu? Ini 5 Realita Dunia Kerja yang Berbeda Jauh dari Kehidupan Kampus
Mengapa Kesehatan Mental Penting di Lingkungan Kampus?
Mahasiswa sedang berada pada masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Memasuki fase ini, mereka harus belajar menjadi lebih mandiri sekaligus menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik dan kewalahan dalam mengadapinya, kondisi tersebut dapat memicu masalah kesehatan mental.
Padahal, kesehatan mental berperan penting dalam kemampuan mahasiswa menghadapi tekanan, menjalin hubungan dengan orang lain, mengambil keputusan, serta mencapai prestasi akademik.
Beberapa Faktor yang Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental Mahasiswa
- Beban tugas kuliah dan tekanan akademik
- Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
- Masalah keluarga dan hubungan sosial
- Kekhawatiran tentang masa depan dan karier
- Kelelahan akibat kegiatan organisasi atau pekerjaan paruh waktu
- Jika tekanan tersebut terus menumpuk, mahasiswa bisa kehilangan motivasi belajar, menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan mengalami gangguan mental yang lebih serius.
- Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Baca juga: Mengapa Skripsi Terasa Berat? Kenali 5 Faktor Penghambat yang Sering Muncul
Pentingnya Peran Layanan Konselor Kampus
Layanan konseling di kampus menjadi fasilitas penting yang membantu mahasiswa mendapatkan dukungan emosional dan psikologis selama menjalani perkuliahan.
Melalui layanan ini, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan konselor kampus untuk menghadapi berbagai masalah, baik yang berkaitan dengan akademik maupun kehidupan pribadi.
Konselor Kampus Dapat Membantu Mahasiswa
1. Mengenali dan Memahami Kondisi Mentalnya
Konselor membantu mahasiswa menyadari perasaan, pikiran, serta kondisi mental yang sedang dialami, sehingga mereka lebih memahami diri sendiri.
2. Menyusun Strategi untuk Mengatasi Tekanan atau Kecemasan
Mahasiswa dibimbing untuk menemukan cara yang tepat dalam menghadapi stres, tekanan tugas, maupun kecemasan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Mengembangkan Keterampilan Sosial dan Pengelolaan Emosi
Konselor membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan yang sehat, serta mengelola emosi dengan lebih baik.
4. Menghindari Potensi Gangguan Mental yang Lebih Berat
Dengan pendampingan sejak dini, konselor dapat membantu mencegah masalah mental berkembang menjadi lebih serius.
Selain itu, layanan konseling yang mudah diakses membuat mahasiswa merasa lebih aman dan nyaman untuk mencari bantuan.
Hal ini juga mendorong mahasiswa agar lebih terbuka mengenai kesehatan mental tanpa rasa takut akan stigma atau penilaian negatif dari orang lain.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele! 5 Dampak Negatif Bolos Kuliah yang Wajib Mahasiswa Tahu
Kapan Mahasiswa Membutuhkan Konselor?
Mahasiswa sebaiknya segera mencari bantuan konselor jika mengalami situasi berikut:
1. Masalah Akademik
Kesulitan belajar, penurunan prestasi, motivasi kuliah menurun drastis, manajemen waktu yang buruk, atau terancam putus studi.
2. Gangguan Kesehatan Mental dan Emosional
Merasa cemas berlebihan, stres berat, sedih berkepanjangan, sulit tidur atau makan, kehilangan minat, atau merasa tidak berdaya.
3. Masalah Pribadi dan Sosial
Mempunyai konflik dengan teman atau dosen, masalah keluarga, penyesuaian diri dengan kehidupan kampus, kesepian, atau masalah asmara.
4. Kebingungan Karier
Kebingungan menentukan jurusan, perencanaan karier, atau rasa rendah diri.
5. Trauma
Mengalami kejadian traumatis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: UGM Kolaborasi dengan Undip dan Unsoed, Siapkan Pusat Inovasi Layanan Kesehatan Terpadu
Cara Mengakses Layanan Konselor Kampus
Hampir semua perguruan tinggi menyediakan layanan konseling, seringkali gratis bagi mahasiswa aktif. Berikut caranya:
1. Melalui Unit Konseling Kampus
Temukan unit layanan psikologi atau bimbingan konseling di fakultas atau universitas (contoh: PUSKA di UI, SAC di UGM, atau Student Center di kampus lain).
2. Website Kemahasiswaan
Banyak kampus, seperti ITB, mengharuskan pendaftaran melalui situs resmi kemahasiswaan dengan mengisi formulir pra-konseling.
3. Melalui Dosen PA (Pembimbing Akademik)
Mahasiswa bisa meminta rujukan ke dosen wali jika merasa ada masalah akademik atau personal yang mengganggu studi.
4. Konselor Sebaya (Peer Counselor)
Beberapa universitas memiliki program konselor sebaya, di mana sesama mahasiswa yang terlatih siap membantu mendengarkan masalah.
5. Aplikasi atau Online Counseling
Menggunakan layanan "E-Counseling" yang disediakan kampus jika tidak bisa datang langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stekom.ac.id