Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 21:36 WIB

UGM Kolaborasi dengan Undip dan Unsoed, Siapkan Pusat Inovasi Layanan Kesehatan Terpadu

UGM Kolaborasi dengan Undip dan Unsoed, Siapkan Pusat Inovasi Layanan Kesehatan TerpaduRektor Universitas Gadjah Mada, Prof Ova Emilia. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Ova Emilia menggelar pertemuan bersama Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Akhmad Sodiq dan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Suharnomo di ruang sidang pimpinan Gedung Pusat UGM pada 13 Februari 2026 silam. 

Pertemuan yang turut dihadiri perwakilan Bappenas ini membahas kesiapan sistem pengelolaan proyek Sekar Purwo, yakni pusat inovasi kesehatan terintegrasi yang menjadi hasil kolaborasi rumah sakit perguruan tinggi negeri dari ketiga kampus tersebut.

Agenda tersebut difokuskan pada upaya memastikan kesiapan tata kelola dan keberlanjutan program Sekar Purwo sebagai bentuk kerja sama strategis lintas perguruan tinggi.

Proyek ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan berbasis riset sekaligus mengintegrasikan pengembangan teknologi medis, pelayanan klinis, serta inovasi akademik dalam satu ekosistem terpadu.

Baca juga: Kisah Sukses Mahasiswa UMS, Budidaya Madu Klanceng hingga Raup Omzet Rp60 Juta

Rumah Sakit Akademik atau rumah sakit perguruan tinggi negeri (RS PTN) selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Keberadaan RS PTN tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan tenaga medis, pengembangan riset kesehatan, serta inovasi teknologi di bidang kedokteran. Peran tersebut menjadikan rumah sakit perguruan tinggi memiliki fungsi strategis yang melengkapi sistem layanan kesehatan nasional.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam membangun infrastruktur kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa proyek Sekar Purwo berpotensi menjadi model awal pengembangan pusat layanan kesehatan berbasis kolaborasi antarperguruan tinggi.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pameran Talang Kabut: Angkat Refleksi Kehidupan dan Ketidakpastian

Program ini dirancang untuk berkembang secara bertahap dan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan medis dan riset kesehatan.

Proyek Sekar Purwo sendiri didanai melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang diajukan secara bersama oleh ketiga universitas dan mulai dijalankan sejak awal tahun 2026.

Program ini mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti gedung pelayanan kesehatan, pusat penelitian dan pengembangan, sistem basis data terintegrasi, serta penyediaan peralatan medis inovatif yang masih berada pada tahap pengembangan sebelum uji coba massal.

Pertemuan pimpinan ketiga universitas tersebut juga bertujuan merumuskan mekanisme tata kelola yang efektif agar kolaborasi dapat berjalan secara berkelanjutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UGM Kolaborasi dengan Undip dan Unsoed, Siapkan Pusat Inovasi Layanan Kesehatan Terpadu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!