INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 78 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat solusi bagi para petani di Desa Somokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Kegiatan diikuti oleh 20 anggota kelompok tani setempat dengan menghadirkan Indra Nurhidayat Syah Putra, mahasiswa Agroteknologi UNS, sebagai pemateri utama di bawah arahan dosen pembimbing lapangan, Achmad Basuki.
Baca juga: Tetap Optimal di Musim Hujan, Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Pengering Gabah bagi Petani
Mereka memperkenalkan teknik budidaya tanaman Azolla yang memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai media tanamnya.
Program yang dilaksanakan pada akhir Januari 2026 tersebut bertujuan untuk menyediakan sumber pupuk organik dan pakan ternak yang murah serta ramah lingkungan.
Azolla sendiri merupakan jenis tanaman paku air yang memiliki keunggulan unik karena bersimbiosis dengan bakteri Anabaena azollae.
Kerja sama alami ini memungkinkan Azolla menyerap nitrogen langsung dari udara, sehingga tanaman tersebut sangat kaya akan nutrisi dan efektif dijadikan pupuk hijau untuk menyuburkan tanah.
Selain sebagai pupuk, Azolla juga mengandung protein tinggi yang sangat baik untuk pakan ikan seperti lele, nila, dan gurame, hingga ternak besar seperti sapi dan kambing.
Baca juga: 7 Langkah Efektif Raih Skor Maksimal UTBK SNBT 2026!
Pemilihan galon bekas sebagai media tanam bukan tanpa alasan. Indra menjelaskan bahwa metode tersebut sangat praktis, hemat biaya, dan cocok diterapkan di lahan yang sempit, seperti pekarangan rumah.
“Selain mendukung efisiensi produksi, pemanfaatan galon bekas juga sejalan dengan prinsip reduce dan reuse dalam pengelolaan limbah plastik,” ungkap indra.
Proses budidayanya pun tergolong sederhana. Petani hanya perlu menyiapkan galon bekas yang diisi dengan 500 gram tanah, sedikit pupuk kandang (sekitar 10 gram), serta 5 liter air.
Setelah bibit Azolla sebanyak 5 gram dimasukkan, tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung dengan suhu sekitar 25–30 derajat Celsius.
Inovasi tersebut disambut baik oleh warga Desa Somokaton karena dianggap mampu meringankan beban biaya produksi pertanian dan peternakan.
Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi AI Pendeteksi Bahan Kimia pada Makanan
Salah satu peserta, Tri Sumarjo, merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ia mengaku baru mengetahui manfaat besar dari tanaman Azolla, baik untuk pakan ternak maupun kesuburan lahan pertaniannya.
Melalui program yang dilaksanakan, tim KKN UNS berharap masyarakat Desa Somokaton dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pakan secara berkelanjutan.
Inovasi ini juga menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pelestarian ekosistem darat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uns.ac.id