INDOZONE.ID - Bagi sebagian mahasiswa, belajar dengan Sistem Kebut Semalam alias SKS sudah dianggap sebagai budaya atau bahkan ajang untuk adu ketangguhan.
Padahal, kebiasaan ini menyimpan segudang bahaya. Bukannya makin pintar, memaksakan otak bekerja keras saat seharusnya beristirahat justru akan menjadi bumerang yang merugikanmu.
Biar kamu nggak terus-terusan memperburuk kesehatan demi nilai, yuk simak kenapa SKS itu sebenarnya tidak efektif dan sangat merugikan bagi mahasiswa
Bahaya Belajar Sistem Kebut Semalam (SKS)
Baca juga: Taruna TNI 2026 Resmi Dibuka, Gratis Tanpa Biaya! Begini Alur dan Syarat Daftarnya
1. Konsentrasi Ambyar saat Dibutuhkan
Kalau kamu nekat begadang buat belajar, stamina otak akan merosot tajam karena tidak ada waktu untuk istrahat. Efeknya akan kamu rasakan saat matahari telah terbit.
Walaupun sudah belajar non-stop semalaman, otak akan mengalami blank dan sulit diajak fokus. Ini bisa terjadi karena sel-sel otak sudah kelelahan duluan sebelum digunakan, sehingga daya tangkapmu menurun drastis saat dibutuhkan.
2. Performa Akademik Menurun Drastis
Banyak yang terjebak mitos kalau SKS adalah cara tercepat untuk memahami materi ujian. Faktanya, otak manusia punya limit dalam memproses informasi baru dalam satu waktu.
Metode SKS hanya membuat otak menghafal informasi dalam semalam, sehingga kamu sekadar tahu permukaannya tanpa memahami isinya.
Akibatnya, hasil ujian mu jadi nggak maksimal karena konsentrasi yang buyar.
Alih-alih dapat nilai A, kamu justru akan mendapatkan nilai kecil.
Baca juga: Harapan Baru bagi Penderita Diabetes, Yayasan Ubaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu Pertama Kalinya
3. Sistem Imun Jadi Taruhan Utama
Kebiasaan SKS yang berulang akan mengacaukan sistem imun tubuh secara perlahan dan menyebabkan kamu jadi gampang sakit-sakitan, mulai dari flu hingga asam lambung yang naik karena stres berkepanjangan.
Efek jangka panjang SKS juga nggak main-main. Kurang tidur kronis bisa memicu penuaan dini (wajah kusam dan kantung mata gelap) hingga gangguan tidur parah seperti insomnia.
Jadi, jangan bangga kalau berhasil beresin tugas dengan begadang, karena sebenarnya kamu sedang mencicil masalah kesehatan serius di masa depan.
4. Memperburuk Kinerja Otak
Otak butuh fase tidur nyenyak (Deep Sleep) untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Kalau kamu belajar dengan cara serba mendadak dan diforsir, otak akan mengalami kelelahan kronis yang berujung pada gangguan memori.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut, kamu akan makin sering lupa hal-hal kecil alias jadi pelupa di usia muda karena fungsi otak yang sudah menurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Utabicara.uta45jakarta.ac.id