Mahasiswa UNY dan Universitas Samudra Hijaukan Kembali Desa Seuneubok Aceh dengan 60 Pohon Pucuk Merah
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra melakukan aksi penghijauan di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan tersebut merupakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan lingkungan di Provinsi Aceh.
Langkah ini diambil sebagai respon terhadap kerusakan alam yang terjadi setelah wilayah Aceh dilanda bencana banjir bandang.
Baca juga: Satu Bulan Misi Kemanusiaan, 1.136 Praja IPDN dan ASN Kemendagri Pulihkan Birokrasi Aceh Usai Banjir
Dalam kegiatan yang berlangsung, para mahasiswa menanam sebanyak 60 bibit pohon pucuk merah. Proses penanaman dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif dari warga desa setempat.
Kerja sama yang dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang terdampak bencana.
Bibit-bibit pohon tersebut dibagikan secara merata ke tiga wilayah dusun di Desa Seuneubok Aceh, yakni Dusun Kerani Hasyim, Dusun Petua Puteh, dan Dusun Imam Ma'un.
Titik-titik penanaman difokuskan pada area di sekitar tempat tinggal warga serta di sepanjang akses jalan desa yang vegetasinya sempat hancur tersapu banjir.
Baca juga: Mahasiswa S2 UNAIR Terjang Pelosok Maluku, Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Selamon
Shafira Nadiyanti, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga alam.
“Banjir yang terjadi sebelumnya menyebabkan banyak tanaman rusak dan hilang. Melalui penanaman ini kami berharap lingkungan desa dapat kembali hijau sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ekosistem,” jelasnya.
Pemilihan jenis pohon pucuk merah bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai memiliki daya tahan yang kuat dan prosedur perawatan yang tidak terlalu rumit. Selain itu, warna daunnya yang khas dapat mempercantik tata ruang desa.
Untuk memastikan bibit-bibit tersebut tumbuh maksimal, mahasiswa bersama warga rutin melakukan penyiraman setiap sore hari.
Baca juga: Kartu Rencana Studi (KRS): Panduan Penting Mahasiswa Menyusun Perjalanan Akademik
Aksi inspiratif yang dilakukan mendapat pujian langsung dari Datok Penghulu Desa Seuneubok Aceh.
“Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan agar desa kita kembali hijau dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan,” ujarnya.
Ia sangat menyukai semangat para pemuda yang peduli pada keberlanjutan lingkungan desa mereka.
Melalui aksi nyata yang dimulai dari tingkat desa, diharapkan sinergi antara institusi pendidikan dan masyarakat dapat terus terjaga demi kelestarian bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uny.ac.id