INDOZONE.ID – Pelaksanaan tes kesehatan bagi calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyisakan cerita yang menyentuh hati.
Di balik prosedur administratif yang berlangsung pada 6 April 2026 di Gedung Medical Education and Research Center (MERCE), Limo, Depok, muncul sosok inspiratif bernama Shalma Arsyta Noorsyarif.
Baca juga: Modal Nekat dan Kerja Keras, Alfath Sukses Tembus UGM dan Borong Prestasi
Gadis yang lebih akrab disapa Caca ini, merupakan penyandang disabilitas netra. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Caca diterima di Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ.
Namun, perjalanan menuju keberhasilan tidaklah mudah. Ia mengaku sempat merasa kurang percaya diri karena merasa peringkat akademiknya di sekolah tidak terlalu mencolok.
Ketakutan tidak lolos SNBP membuatnya memaksakan diri untuk giat belajar sebagai persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Saya sempat merasa sangat overthinking melihat perkembangan teman-teman. Bahkan sampai burnout karena terus mengejar target nilai tryout,” terang Caca.
Baca juga: Ingin Kuliah Psikologi? Ini Cara Susun Nilai Rapor Biar Lolos SNBP
Tekanan mental yang dirasakan Caca makin memuncak menjelang pengumuman, terutama saat momen Lebaran dan banyak kerabat menanyakan rencana kuliahnya.
Pada hari pengumuman tiba, Caca bahkan tidak memiliki keberanian untuk melihat hasilnya sendiri. Ia meminta bantuan orang tuanya untuk membuka pengumuman tersebut.
“Waktu tahu hasilnya, saya bahkan tidak berani membuka sendiri. Tapi saat orang tua saya yang membuka dan bilang saya lolos, rasanya masih seperti tidak percaya,” ungkapnya.
Selama masa sekolah, Caca menghadapi tantangan besar pada mata pelajaran eksakta, seperti kimia dan matematika.
Namun, berkat kegigihan dan dukungan dari lingkaran pertemanan yang positif, ia mampu tetap fokus pada pengembangan minatnya.
Baca juga: Tren Positif Terus Meningkat, Rusia Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
Ia juga memberikan pesan bagi rekan-rekan seperjuangannya yang belum beruntung di jalur SNBP agar tidak menyerah. Sebab, setiap orang memiliki rute kesuksesannya masing-masing.
Caca menatap masa depannya di UPNVJ dengan penuh harapan. Ia mendambakan lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan mendukung perkembangannya sebagai mahasiswa disabilitas.
“Saya berharap bisa mendapatkan teman-teman yang baik dan lingkungan yang menerima saya. Saya juga ingin berkontribusi untuk kampus dan meraih prestasi terbaik, termasuk lulus dengan predikat cumlaude,” tuturnya.
Kisah Shalma sejalan dengan misi UPNVJ, yaitu terus menyediakan akses pendidikan yang adil dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Upnvj.ac.id