Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Kisah inspiratif datang dari mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Alfath Qornain Isnan Yuliadi, yang berhasil menembus kampus impiannya lewat perjuangan panjang.
Berasal dari latar belakang SMK, Alfath menjadi satu-satunya siswa di sekolahnya yang lolos ke UGM.
Ia juga menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Kalau di angkatan saya, jujur cuma saya. Satu-satunya dari SMK saya yang lolos,” tuturnya.
Baca juga: H-2 Penutupan Daftar Sekdin, Ini 3 Kampus yang Wajib Daftar Dua Kali: Jangan Sampai Kelewatan!
Keinginannya untuk kuliah sempat ditentang orang tua. Ia diarahkan untuk langsung bekerja setelah lulus demi membantu ekonomi keluarga.
“Awalnya memang tarik ulur. Karena dari awal saya dimasukkan ke SMK supaya setelah lulus bisa langsung bantu kerja,” lanjutnya.
Dengan keyakinan penuh, ia meyakinkan ayahnya bahwa pendidikan bisa membuka peluang lebih besar. Restu pun akhirnya didapat, meski ia harus berjuang sendirian.
“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” ujarnya.
Baca juga: Yemima Perangin-Angin, Raih Juara 1 Pilmapres Itera 2026 Berkat Inovasi AI Deteksi Kecemasan
Sejak kelas dua SMK, Alfath sudah bekerja di proyek bangunan bersama ayahnya. Ia melakukan berbagai pekerjaan berat, dari menggali fondasi hingga mengangkat material bangunan.
Upah yang didapat nantinya ia kumpulkan untuk biaya sekolah dan pendaftaran UTBK.
Di tengah kesibukan kerja dari pagi hingga sore hari, ia tetap belajar pada malam harinya.
Ia bahkan dapat membagi waktu secara disiplin, empat hari untuk bekerja dan tiga hari fokus belajar demi mempersiapkan ujian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id