Kamis, 16 APRIL 2026 • 13:21 WIB

UGM Rilis Kendaraan Listrik eKarsa untuk Dukung Mobilitas Rumah Sakit, Bisa Angkut 8 Penumpang Sekaligus!

Author

UGM luncurkan kendaraan listrik, eKarsa. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Inovasi di sektor kendaraan listrik kembali lahir dari Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka merancang kendaraan listrik terbaru bernama eKarsa.

Kendaraan listrik ini dirancang khusus untuk menunjang mobilitas di area, terbatas seperti lingkungan rumah sakit.

Kendaraan ini akan menjawab kebutuhan transportasi di kawasan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, terutama untuk memudahkan mobilitas dari area parkir menuju gedung utama.

eKarsa dikembangkan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM. 

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menjelaskan bahwa eKarsa merupakan kelanjutan dari riset panjang pengembangan kendaraan listrik di kampus tersebut.

Sejak 2012, tim peneliti FT UGM telah konsisten menciptakan kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sektor pariwisata, industri, hingga pertanian.

Baca juga: BEM Unesa Gandeng Pemprov Jatim, Cetak Next Gen Leaders untuk Masa Depan

Sebelumnya, UGM telah menghadirkan beberapa inovasi serupa, seperti Mobil Semar sebagai versi awal, serta GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan bandara dan wisata.

Berbeda dari generasi sebelumnya, eKarsa memiliki sejumlah keunggulan, sebut saja penggunaan baterai lithium ferro phosphate serta sistem pengendali motor, yang dikembangkan secara mandiri oleh tim UGM. Meski begitu, beberapa komponen masih mengandalkan produk impor.

Sementara itu, Kepala DTETI FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, Ph.D., menyebut bahwa pengembangan eKarsa berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan.

Baca juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Stiker Pintar dari Kulit Buah Naga untuk Deteksi Kualitas Daging Ayam

Dilansir dari laman resmi UGM, RSA UGM membutuhkan kendaraan yang praktis, aman, dan efisien untuk mobilitas internal mereka.

Menariknya, proses pengembangan eKarsa tergolong memakan waktu yang singkat, hanya sekitar tiga bulan, mulai Januari hingga Maret. 

Proyek ini melibatkan tim peneliti yang dipimpin Dr. Eka Firmansyah, serta bekerja sama dengan PT Inastek, startup yang dikepalai oleh alumni Fakultas Teknik UGM.

Dari sisi spesifikasi, eKarsa dirancang untuk mampu mengangkut hingga delapan penumpang sekaligus.

Baca juga: Rahasia Sukses Syifa Ayu Talitha, Wisudawan Terbaik FT UNJ yang Bikin Kagum

Kemudahan perawatan juga menjadi perhatian utama yang telah dipikirkan secara matang oleh tim peneliti. 

Dengan hadirnya eKarsa di RSA UGM, tim optimistis kemampuan peneliti dalam mengembangkan kendaraan listrik berbasis kebutuhan masyarakat makin terbukti.

Ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas ke berbagai sektor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU