Mahasiswa UMS Raih Gold Medal MTE 2026 Lewat Inovasi AI "PERMATA", Dukung Pemulihan Kesehatan Mental
INDOZONE.ID - Kabar menggembirakan datang dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pasalnya, tim mahasiswa dari kampus tersebut berhasil membawa pulang medali emas usai mengikuti ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026, sekaligus meraih Special Award dari Chinese Innovation and Invention Society (CIIS) Taiwan.
MTE 2026 merupakan salah satu ajang bergengsi di mana para inovator lintas benua bertemu untuk menampilkan karya hasil inovasi mereka.
Melalui ajang tersebut, tim mahasiswa UMS tampil cemerlang di atas panggung dengan memperkenalkan karya inovatif berjudul “PERMATA (Pendidikan Resiliensi Mental Anak Tangguh): Smart Resilience Ecosystem for Children From Prevention to Post-Traumatic Growth."
Dilansir dari laman resmi UMS, PERMATA merupakan platform digital yang dapat mendukung pemulihan mental anak pasca-bencana.
Baca juga: "Roque," Game Kompetitif Buatan Mahasiswa BINUS dengan Mekanik Gameplay Menantang dan Visual Memukau
Ketua tim, Taufik Imansyah, menjelaskan bahwa anak-anak yang mengalami bencana berpotensi besar mengalami luka psikologis, yang tentunya tidak bisa terlihat begitu saja.
Luka psikologis yang kerap dialami oleh anak-anak ini umumnya berupa trauma seperti PTSD, kecemasan, hingga gangguan perilaku.
“Berangkat dari masalah tersebut, PERMATA hadir dengan pendekatan yang berbeda. Platform ini memadukan psikologi klinis, teknologi AI, serta kearifan lokal, sehingga mampu menjangkau anak-anak dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan kehidupan mereka,” paparnya.
Tim mengembangkan PERMATA dengan berbagai fitur unggulan, salah satunya adalah geo-cultural tagging. Dengan fitur ini, sistem akan menyesuaikan bahasa, tampilan, dan nilai budaya sesuai lokasi pengguna secara otomatis.
Baca juga: Keren! Mahasiswa UMS Menang Gold Medal YISF 2026 Berkat Aplikasi Deteksi Postur Tubuh Berbasis AI
Tak sampai di situ, fitur tele-screening berbasis AI juga tersedia, di mana pengguna dapat mendeteksi kondisi mental awal mereka hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana.
Hasil dari tele-screening ini nantinya akan berupa gambaran tingkat stres, kecemasan, hingga depresi pengguna, yang dapat menjadi bahan penilaian untuk tindak lanjut ke profesional apabila diperlukan.
Pengguna juga dapat menggunakan fitur AI Mental Support, yang berfungsi sebagai teman bercerita agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaannya tanpa harus merasa tertekan.
Fitur Mood and Food Analyzer berbasis AI tak luput dikembangkan oleh tim UMS. Dengan fitur ini, pengguna dapat memindai makanan untuk mengetahui kaitannya dengan kondisi emosional mereka.
Baca juga: FK UIN Jakarta Hadirkan Medicanteen, Kantin Sehat dengan Berbagai Pilihan Menu Bergizi
Bagi Taufik, pencapaian ini tak bisa dilepaskan dari kerja sama dan kekompakkan tim, sekaligus arahan dari dosen pembimbing Wisnu Sri Hertinjung, dalam mengembangkan PERMATA.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh keluarga besar PERMATA. Tanpa dedikasi mereka, ide yang awalnya sederhana ini tidak akan pernah terwujud menjadi sebuah ekosistem yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.ums.ac.id