INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahun 2026 senilai sekitar Rp399 miliar kepada 1.900 mahasiswa asal Jakarta yang menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penyaluran bantuan ini disampaikan dalam acara yang digelar di Auditorium Harun Nasution, 23 April 2026 lalu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa program KJMU merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Ia menegaskan, mahasiswa penerima bantuan tidak hanya diharapkan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Jakarta membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu menjawab tantangan kota,” tuturnya.
Baca juga: UMS Kukuhkan Dua Guru Besar, Angkat Isu UMKM dan Mental Health
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Staf Khusus Gubernur Beno Muhammad Ibnu, serta Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta melalui Rano Karno berencana memperluas jangkauan program KJMU melalui penyusunan regulasi baru. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menambah cakupan perguruan tinggi swasta dengan kategori tertentu, sehingga lebih banyak mahasiswa dapat menerima manfaat bantuan pendidikan ini.
Selain itu, ia juga mulai menyoroti kebutuhan tenaga profesional di masa depan, khususnya di sektor kesehatan. Rencana pembangunan rumah sakit baru di Jakarta disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, termasuk dari lulusan bidang kedokteran.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyambut baik keberlangsungan program ini. Ia menilai KJMU telah memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, terutama dalam membantu pembiayaan pendidikan.
Baca juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa Unsoed, Bangkit dari Cedera hingga Berhasil Juara Taekwondo Nasional
"Untuk itu, kami berharap program ini terus diperluas, terutama ke bidang-bidang strategis seperti sains, teknologi informasi, dan kesehatan," paparnya.
Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada 16.979 mahasiswa, sementara tahap kedua menyasar 16.920 mahasiswa lainnya.
Meski menghadapi penyesuaian anggaran daerah, Pemprov DKI Jakarta memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini terlihat dari komitmen pemerintah yang tetap melanjutkan program KJMU di tengah dinamika APBD.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh salah satu mahasiswa. Aisyatul Ridha, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta, mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan kuliahnya.
“KJMU sangat membantu saya dan keluarga, terutama untuk membayar UKT dan melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uinjkt.ac.id