INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University menghadirkan inovasi kuliner bernama WoPang, olahan pangsit dari kombinasi daging ayam dan kelinci.
Produk ini dikembangkan dengan tujuan memperkenalkan sumber protein alternatif yang lebih sehat dan mudah diterima masyarakat.
WoPang hadir dengan konsep berbeda dari olahan pangsit pada umumnya. Perpaduan daging ayam dan kelinci membuat tekstur lebih lembut.
Produk ini juga hadir dalam dua varian, yaitu keju mozzarella dan tulang rangu. Kedua varian ini dikembangkan tim sebagai strategi untuk memperluas target pasar.
Baca juga: Dosen ITERA Ajarkan Siswa SMAN 06 Bandar Lampung Buat Pembersih dari Kulit Jeruk dan Kayu Manis
Tim juga melakukan serangkaian uji coba formulasi untuk mendapatkan komposisi daging yang tepat. Proses ini melibatkan penyesuaian bumbu, teknik pengolahan, hingga metode penyimpanan agar produk tetap higienis dan bisa disimpan dengan jangka waktu lama.
Muhammad Theo Rachman, ketua tim, menjelaskan bahwa pemilihan daging kelinci bukan tanpa alasan. Secara kandungan gizi, daging ini dikenal tinggi protein, tapi rendah kolesterol, natrium, dan kalori.
“Alasan menggunakan daging kelinci adalah kontribusi kami untuk memperkenalkan protein alternatif. Karakteristik rasanya mirip ayam, sehingga relatif mudah diterima konsumen, terutama setelah kami olah dengan teknik khusus untuk menghilangkan aroma khasnya,” tuturnya.
Dalam proses pengembangan, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait harga bahan baku relatif lebih mahal dan ketersediaannya yang terbatas.
Baca juga: Syarat Masuk SMA Taruna Nusantara 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya
Untuk mengatasi hal tersebut, mereka mulai melakukan kerja sama dengan peternak lokal, untuk menjaga pasokan sekaligus menekan biaya produksi.
Langkah ini juga diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang saling menguntungkan antara produsen dan pelaku ternak.
Strategi pemasaran pun dimulai dari lingkungan terdekat, seperti area kampus. Selain itu, tim juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana branding untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Awalnya banyak yang ragu karena belum terbiasa, namun setelah mencoba, sebagian besar menyatakan rasanya enak dan tidak jauh berbeda dari pangsit biasa,” lanjutnya.
Baca juga: Apakah Absen Mempengaruhi Nilai Kuliah? Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
Ke depan, tim berencana menambah variasi menu, memperbaiki kemasan agar lebih menarik, serta memperluas distribusi ke luar lingkungan kampus.
Inovasi ini menjadi bukti, bahwa ide berbasis riset di dunia akademik dapat diolah menjadi produk kuliner dengan nilai ekonomi tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id