INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Fakultas Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), berhasil meraih medali perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Pekan Essay Nasional 2 (PENA 2) yang berlangsung di Bali pada 2–3 Mei 2026.
Kompetisi bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pena Competition dan Universitas Dhyana Pura Bali.
Baca juga: Unpad Gandeng Universiti Malaysia Sabah, Perkuat Kolaborasi Global Lewat Inovasi Akuaponik
Tim Unsoed beranggotakan tiga mahasiswa, yaitu Nur Alya, Hasna Novia Rohimah Firdiyani, dan Sankan Dipa. Mereka berasal dari program studi S1 Biologi dan S1 Mikrobiologi.
Di bawah arahan dosen pembimbing Dr. Rizal Khoirun Alfisah, tim mengusung sebuah gagasan inovatif berjudul “BMC (Biochar-Microbial Consortium) Restorasi Biologis Berbasis Ekonomi Sirkular sebagai Katalisator Pertambangan Hijau di Indonesia”.
Latar belakang terciptanya inovasi tersebut adalah keprihatinan mahasiswa terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang padat.
Nur Alya mengungkapkan bahwa penambangan yang dilakukan terus-menerus menyebabkan tanah kehilangan strukturnya, kekurangan zat hara, hingga kehilangan kemampuan untuk mendukung pertumbuhan makhluk hidup.
“Reklamasi yang selama ini dilakukan sering kali hanya memperbaiki aspek fisik, namun belum menyentuh pemulihan fungsi biologis tanah secara menyeluruh,” tuturnya.
Baca juga: Inovasi Unik Mahasiswi ITB: Setting Spray 3 in 1, Tahan Makeup Sekaligus Anti Nyamuk
Sebagai solusi, tim Unsoed menawarkan metode BMC yang mengintegrasikan penggunaan biochar dan konsorsium mikroba.
Biochar sendiri diproduksi dari limbah serbuk kayu, yang sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular karena memanfaatkan sisa bahan organik.
Keunggulan biochar adalah mampu meningkatkan penyimpanan air dalam tanah dan menjadi tempat perlindungan mikroskopis bagi bakteri dari kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti kekeringan atau paparan logam berat yang beracun.
Selain itu, tim juga menggunakan bantuan bakteri khusus seperti Azotobacter spp. dan Bacillus spp.
Bakteri-bakteri tersebut berperan penting menghidupkan kembali siklus nutrisi di dalam tanah dengan menyediakan unsur nitrogen dan fosfor yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
Baca juga: Cegah DBD, Mahasiswa UIN Alauddin Kenalkan Spray Sereh Anti Nyamuk Ramah Lingkungan
Dengan demikian, tanah yang tadinya rusak dan mati akibat pertambangan bisa kembali subur secara alami.
“Pendekatan ini tidak hanya menjadi alternatif reklamasi yang lebih efektif, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah secara berkelanjutan,” tambah Alya.
Dari total 73 tim peserta yang terbagi dalam berbagai kategori, terdapat 25 tim yang bersaing ketat di babak final kategori lingkungan hingga akhirnya tim Unsoed terpilih sebagai juara ketiga.
Keberhasilan yang diraih diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan praktik pertambangan yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unsoed.ac.id