INDOZONE.ID - Sebanyak tiga mahasiswa Program Pendidikan Vokasi asal Universitas Indonesia (UI) meraih Bronze Medal dalam ajang Ignite Future Fest National Essay & Business Plan Competition. Ajang ini digelar UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 4 hingga 5 April 2026.
Prestasi tersebut diraih mereka berkat inovasi platform berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama UMKM-GO.
Inovasi ini dikembangkan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan kualitas bisnis melalui analisis berbasis data.
Tim yang terdiri dari Muhammad Fayadh, Adiba Khanza Aleyna Putri, dan Stevy Fiter Andina Simatupang itu, melihat masih banyak UMKM di Indonesia berhadapan dengan berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan akses pendanaan hingga minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha mereka.
Padahal, sektor UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2021, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Baca juga: Sambut World Autism Month, UMN Hadirkan Workshop Art Therapy untuk Anak Disabilitas dan Orang Tua
Berangkat dari kondisi tersebut, mereka menghadirkan UMKM-GO sebagai platform yang mampu membantu pelaku UMKM menganalisis kelayakan bisnis secara lebih objektif dan terstruktur.
Bahkan, dengan memanfaatkan teknologi AI, UMKM-GO akan membantu para pelaku UMKM untuk mengolah data usaha, memberikan skor kesiapan bisnis, hingga menyusun rekomendasi strategis bagi pengguna.
Tak hanya membantu pelaku UMKM, platform ini juga dirancang untuk mempermudah investor dalam menyeleksi usaha potensial secara lebih efisien.
Menurut Fayadh, penggunaan AI dalam UMKM-GO memungkinkan proses analisis dilakukan secara cepat dan dapat diakses lebih luas oleh para pelaku usaha.
“Dengan memanfaatkan AI, platform UMKM-GO mampu memberikan analisis yang cepat, konsisten, dan dapat diakses oleh banyak pengguna. Platform ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kualitas manajemen, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir menuju pengambilan keputusan berbasis data,” jelasnya.
Baca juga: Komdis Ospek Adalah? Jangan Salah Paham, Simak Penjelasannya!
Selain menghadirkan solusi bisnis, inovasi ini juga dinilai mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penguatan inovasi teknologi di sektor industri.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr. Safrin Arifin, SKM., S.St., M.Sc., mengapresiasi capaian tim. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan mahasiswa vokasi tidak hanya mampu menciptakan inovasi berbasis teknologi, tapi juga menghasilkan solusi relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Vokasi UI mampu menghadirkan inovasi unggul secara teknologi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMKM-GO mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
Meski begitu, tim mengakui masih ada tantangan dalam menjalankan platform, terutama terkait validitas data UMKM yang digunakan dalam proses analisis.
Baca juga: Stop Terobsesi Nilai A! Ini yang Sebenarnya Lebih Penting di Dunia Kuliah
Untuk mengatasinya, mereka tengah mengembangkan sistem validasi sederhana agar hasil yang diberikan tetap akurat dan dapat dipercaya.
Ke depan, UMKM-GO diharapkan dapat dikembangkan lebih luas melalui kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, maupun mitra strategis lainnya. Jadi, platform ini bisa dimanfaatkan dalam program pembinaan UMKM berbasis teknologi dan data.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vokasi.ui.ac.id