Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 07 MEI 2026 • 09:40 WIB

Sambut World Autism Month, UMN Hadirkan Workshop Art Therapy untuk Anak Disabilitas dan Orang Tua

Sambut World Autism Month, UMN Hadirkan Workshop Art Therapy untuk Anak Disabilitas dan Orang TuaUniversitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan kegiatan bertajuk “Art for Autism: Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman melalui Kreativitas” dalam rangka memperingati World Autism Month. (umn.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan kegiatan bertajuk “Art for Autism: Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman melalui Kreativitas” pada 29 April 2026 silam.

Program yang digelar dalam rangka memperingati World Autism Month ini melibatkan orang tua dan anak penyandang disabilitas, sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi anak autisme melalui pendekatan seni dan art therapy.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD) UMN dan bekerja sama dengan PORTADIN. Melalui kolaborasi ini, UMN ingin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif sekaligus memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.

Acara diawali dengan peluncuran SOP penanganan dan pemenuhan kebutuhan akademik bagi mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan UMN.

Baca juga: UPH Soroti Malpraktik, Hukum Kesehatan Disorot

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih ramah dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam sesi pemaparan materi, Kepala ULD UMN, Dr. Anne Nurfarina, menjelaskan bahwa art therapy bukan sekadar aktivitas menggambar, melainkan media untuk membantu anak mengenali fokus, emosi, hingga minat mereka.

Saya sendiri cukup concern dengan art therapy, khususnya bagi anak-anak disabilitas. Bagi saya mereka tidak sekedar menggambar saja, lebih dari itu art therapy dapat menjadi stimulus untuk anak-anak itu sendiri dan dapat membantu mereka untuk mencari fokus yang spesifik. Lewat art therapy juga, kita bisa melihat apa yang anak sukai, hobi sampai dengan cara mereka belajar”, paparnya. 

Menurutnya, seni dapat menjadi cara untuk memahami perilaku anak, termasuk melihat konsistensi, kemampuan, serta ketertarikan yang dimiliki masing-masing dari mereka. Ia juga menekankan bahwa potensi anak tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan faktor keturunan.

Baca juga: Komdis Ospek Adalah? Jangan Salah Paham, Simak Penjelasannya!

Tak hanya seminar, peserta juga mengikuti workshop art therapy yang dirancang interaktif. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para orang tua yang hadir karena dinilai memberikan wawasan baru terkait pola pendampingan anak disabilitas.

Ketua DPW PORTADIN Jawa Barat, Tri Andayani, menilai program tersebut penting untuk membantu orang tua memahami cara mendampingi anak dengan lebih tepat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

Sementara itu, salah satu peserta workshop, Yuan Savitri, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan.

Bagi saya ini menjadi suatu pengalaman yang berharga dapat belajar dan ikut serta secara langsung, ini menjadi pengalaman baru untuk saya. Lewat kegiatan ini, saya mempelajari banyak hal baru salah satunya bagaimana seni menjadi penting, serta bisa menjadi objek untuk mengetahui kreativitas dan bakat anak. Selain itu, saya juga mempelajari cara membuat desain pada Canva”, jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umn.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sambut World Autism Month, UMN Hadirkan Workshop Art Therapy untuk Anak Disabilitas dan Orang Tua

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!