INDOZONE.ID - Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), melakukan pendampingan terhadap siswa di SMAN 18 Bandung dalam pembuatan kompos.
Mereka menggunakan sisa nasi, sayuran, dan buah-buahan yang biasanya hanya berakhir menjadi sampah. Limbah tersebut ditimbang, dicatat, dan diolah menjadi kompos yang bermanfaat.
Baca juga: Dosen ITERA Ajarkan Siswa SMAN 06 Bandar Lampung Buat Pembersih dari Kulit Jeruk dan Kayu Manis
Inisiatif ini bukan sekadar upaya menjaga kebersihan sekolah, melainkan wadah pembelajaran bagi siswa untuk memahami ekonomi sirkular dan peluang kerja ramah lingkungan atau green jobs.
Pada 28 April 2026, Dekan FTIP Unpad, Dr. Gemilang Lara Utama, hadir langsung untuk mengevaluasi keberlanjutan program bersama pihak sekolah.
Kerja sama yang digagas oleh Dani Wardani selaku Kepala SMAN 18 Bandung, melibatkan peran aktif OSIS melalui divisi lingkungan hidup.
Berdasarkan data pemantauan, tantangan utama sekolah ternyata berasal dari sampah organik yang mencapai 95,1 persen dari total timbulan sampah sebesar 232,6 kilogram.
Sebagian besar sampah berasal dari sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, FTIP Unpad memberikan bimbingan teknis mulai dari pemilahan hingga penggunaan komposter portabel.
Para ahli Unpad menekankan pentingnya proses pengomposan aerobik agar sampah tidak membusuk tanpa oksigen, yang bisa menimbulkan bau tak sedap dan larva.
Siswa diajarkan cara mengatur keseimbangan bahan basah dan kering, serta menggunakan bioaktivator agar prosesnya sempurna.
Bagi para siswa, aktivitas ini menjadi laboratorium hidup. Mereka dapat terjun langsung memilah sampah, membaca tren data, dan memahami cara kerja komposter.
Hasilnya terasa secara finansial dan lingkungan. Pada Maret 2026, sekolah berhasil memanen sekitar 150 kilogram kompos perdana.
Sebagian kompos dijual sehingga menghasilkan pendapatan. Lalu, bahan tersisa digunakan kembali untuk proses pengomposan berikutnya. Selain kompos, sekolah juga mendapatkan nilai ekonomi dari penjualan sampah plastik.
Baca juga: Unpad Gandeng Universiti Malaysia Sabah, Perkuat Kolaborasi Global Lewat Inovasi Akuaponik
Namun, tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi program saat terjadi pergantian pengurus OSIS atau guru.
FTIP Unpad mendorong adanya prosedur operasional standar (SOP) yang kuat dan regenerasi siswa yang terencana.
Melalui kolaborasi ini, SMAN 18 Bandung membuktikan bahwa sampah organik bisa bergerak dalam siklus baru, dari sisa makanan menjadi produk bernilai, dan dari proses tersebut lahir generasi muda yang peduli pada masa depan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id