Sabtu, 16 MEI 2026 • 12:20 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan ITSafe, Sistem Digital untuk Lawan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Author

Ketua Satgas PPK ITS Prida Novarita Trisanti ST MT saat menjelaskan platform ITSafe rancangan tim mahasiswa ITS (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Isu mengenai keamanan di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya tindak pelecehan dan kekerasan seksual, masih menjadi perhatian serius.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Departemen Teknik Geomatika menciptakan sebuah sistem pelaporan dan pemetaan digital bernama ITSafe

Baca juga:  Keren! Mahasiswa Adu Inovasi Mobil Ramah Lingkungan di ICRCC 2026 ITS

Sistem ini hadir sebagai solusi berbasis teknologi informasi untuk mengidentifikasi dan memetakan titik-titik di area kampus yang dianggap rawan atau memiliki potensi terjadinya tindak asusila.

Proyek tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 7 Kemah Kerja Geomatika, yakni Josephine Novellia A., Duta Satrio Wibowo, Muhammad Farid Farhan, Farrel Valentino Y., dan Ananda Adellia.

Dalam pengembangannya, mereka bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) ITS.

ITSafe memanfaatkan teknologi WebGIS yang mengandalkan metode crowdsourcing atau pengumpulan data langsung dari laporan pengguna.

Josephine Novellia, salah satu pengembang platform, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mendeteksi berbagai gangguan keamanan, mulai dari tindakan yang sering dianggap remeh seperti siulan nakal (catcalling) hingga bentuk tindak kriminal lainnya.

Baca juga: ITS Terapkan Teknologi AI Face Recognition dan Keamanan Ketat di UTBK SNBT 2026

Salah satu fitur unggulan dari platform tersebut adalah jaminan kerahasiaan bagi pelapor. Untuk mendorong keberanian melapor, pengguna tidak diharuskan mengisi data identitas diri yang sensitif.

Pelapor hanya perlu mencantumkan alamat email untuk kebutuhan umpan balik, informasi mengenai peran, jenis kelamin, serta menandai lokasi kejadian pada peta, dan menjelaskan kondisi fisik lingkungan.

“Terakhir, pelapor dapat mengisi kronologi dan pengalaman pada area yang dilaporkan,” ungkap Novellia.

Josephine Novellia (kiri) dan Duta Satrio Wibowo saat memaparkan laman ITSafe rancangan timnya (its.ac.id)

Data yang telah diverifikasi oleh tim akan ditampilkan secara visual melalui fitur 'Peta Persebaran'. Fitur ini memungkinkan sivitas akademika untuk melihat area mana saja yang telah dilaporkan sebagai titik rawan.

Selain itu, sistem juga menggunakan visualisasi berupa heatmap. Visualisasi tersebut mempermudah pengguna untuk memahami tingkat konsentrasi kerawanan di suatu titik. 

Baca juga: Angkat Isu TBC di Lingkungan Kerja, Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi di UGM Public Health Hackathon 2026

Semakin sering suatu lokasi dilaporkan, maka intensitas warna pada peta akan semakin tinggi, menunjukkan tingkat kerawanan yang lebih besar.

Ketua Satgas PPK ITS, Prida Novarita Trisanti ST MT, menyambut baik kehadiran ITSafe. Menurutnya, platform ini mempermudah kerja satgas dalam menindaklanjuti laporan yang masuk secara lebih terukur.

“Melalui ITSafe ini, kami dari pihak kampus akan terbantu dalam memahami area yang dirasa masih kurang fasilitas CCTV, penerangan, hingga patroli dari satuan keamanan,” ujarnya.

Dengan adanya ITSafe, ITS berkomitmen untuk terus mengawal keamanan lingkungan kampus agar menjadi ruang yang inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual bagi seluruh penghuninya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU