Keren! Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya Sabet Juara Pertama Lomba Dangdut Peksima, Siap Melaju ke Tingkat Regional
INDOZONE.ID - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Fiko Ade Fransisco, berhasil meraih juara pertama cabang lomba menyanyi dangdut dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa (Peksima) Universitas Brawijaya yang digelar di Gedung Widyaloka UB pada 10 Mei 2026.
Kompetisi seni antar mahasiswa tersebut digelar sebagai wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan bermusik, sekaligus menyeleksi delegasi yang akan melaju lebih jauh ke tingkat regional.
Fiko mengaku tidak menyangka namanya keluar sebagai pemenang dalam perlombaan tersebut. Menurutnya, ia hanya mencoba menikmati setiap momen saat tampil di atas panggung tanpa terlalu memikirkan hasil akhirnya.
“Rasanya kaget banget sih, soalnya aku nggak nyangka bisa menang. Mungkin karena aku nyanyi dari hati aja pas di panggung, jadi energinya nyampe ke juri,” jelasnya.
Baca juga: Bingung Cari Kampus? Ini 5 Universitas Swasta Terbaik di Yogyakarta Favorit Mahasiswa
Meski tampil maksimal di hadapan dewan juri, Fiko mengatakan dirinya tidak memiliki persiapan khusus karena jadwal perlombaan berlangsung cukup mendadak.
Namun, hal itu bisa ia siasati berkat kebiasannya dalam menyanyikan lagu dangdut tiap hari, yang membuatnya lebih percaya diri saat tampil di atas panggung.
“Kalau latihan khusus buat lomba ini jujur nggak ada waktu khusus, soalnya dadakan juga. Tapi aku emang suka nyanyi dangdut sehari-hari, jadi udah kebiasaan,” paparnya.
Ia berharap pencapaian tersebut bisa menjadi langkah awal untuk tampil lebih baik di kompetisi tingkat regional mendatang.
Baca juga: 7 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca Mahasiswa Baru, Bantu Upgrade Diri dan Pola Pikir
“Harapannya di tingkat regional nanti aku bisa lebih siap dan lebih serius latihan. Biar bisa bawa nama UB dengan penampilan yang lebih matang,” lanjutnya.
Fiko juga ingin mempersiapkan diri lebih serius agar mampu membawa nama UB dengan penampilan yang lebih matang.
Sementara itu, salah satu juri lomba dangdut Peksima UB, Novelly Gat Mellisa, menjelaskan bahwa penilaian peserta dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama.
“Kalau penilaian secara kompleks kita punya materi suara, teknik, penghayatan atau interpretasi, terus penampilan atau perform peserta,” ucapnya.
Baca juga: Sapu Bersih Ajang KGSI 2026, Mahasiswa USU Hadirkan Solusi Pendidikan Digital Modern Berbasis AI
Menurutnya, seluruh lagu yang dibawakan peserta sudah ditentukan oleh pihak pusat, baik untuk kategori lagu wajib maupun lagu pilihan.
“Lagu wajib sama lagu pilihan sudah ditentukan dari pusat yang akan diikuti masing-masing universitas,” tambahnya.
Ia juga menilai kualitas peserta tahun ini cukup merata sehingga membuat proses penjurian menjadi lebih menantang.
“Kemampuan peserta rata-rata hampir setara, jadi penilaiannya cukup sulit,” jelasnya.
Baca juga: Seru! Mahasiswa Vokasi UNAIR Ajak Anak Indonesia di Malaysia Belajar Budaya Nusantara
Di sisi lain, penanggung jawab cabang lomba dangdut Peksima UB, Manda Alina Rahmadian, menyebutkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 10 pendaftar, meski hanya delapan peserta yang akhirnya naik ke panggung final.
Bagi Manda, keterlibatannya dalam kepanitiaan Peksima menjadi pengalaman baru yang cukup berkesan.
Ia mengaku harus menjalankan berbagai tugas sekaligus, mulai dari mendampingi juri hingga mengatur kebutuhan peserta selama acara berlangsung.
“Sebagai panitia kita harus bisa multitasking, mulai dari jadi LO juri, mengurusi peserta, sampai membuat rekap. Tapi overall menarik banget,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id