Rabu, 20 MEI 2026 • 13:30 WIB

Mahasiswa UMS Sabet Dua Gelar di JISF 2026 Lewat Inovasi Karpet RABA

Author

Mahasiswa UMS sabet juara 2 Penghargaan Internasional di JISF 2026 berkat inovasi karpet interaktif (ums.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional.

Melalui inovasi bernama “Karpet RABA”, tim berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026, yakni Gold Medal Awards dan IYSA Grand Prize Awards.

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas kegelisahan tim terhadap berbagai masalah yang dihadapi anak usia dini, seperti kesulitan berkonsentrasi, keterlambatan dalam berkomunikasi, hingga dampak negatif dari penggunaan gawai (screen time) yang berlebihan.

Karpet RABA dirancang khusus untuk memberikan stimulasi bahasa dan meningkatkan daya fokus, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Tim di balik karya inovatif tersebut memiliki latar belakang disiplin ilmu yang beragam, yang memungkinkan pengembangan alat secara komprehensif.

Mereka adalah Taqiyyah Nurul ‘Azzah (Fisioterapi), Aulia Rahmania (Pendidikan Bahasa Inggris), Dwi Rahmat Maulana (Teknik Elektro), Dani Hendrawan (Farmasi), dan Ihsan Abdillah (Teknik Elektro).

Baca juga: UM Gelar INFEST #13, Panggung Inovatif dengan 769 Karya Mahasiswa yang Saling Unjuk Gigi

Berangkat dari Masalah di Lapangan

Taqiyyah Nurul ‘Azzah, salah satu anggota tim, menceritakan bahwa inspirasi pembuatan karpet datang setelah mereka melakukan observasi langsung di beberapa PAUD di wilayah Gonilan.

Di sana, para guru mengeluhkan adanya anak-anak yang memiliki hambatan dalam memusatkan perhatian dan kemampuan berbahasa yang belum optimal.

“Kami berpikir keras bagaimana caranya menghadirkan sebuah media pembelajaran yang tidak hanya efektif untuk stimulasi, tetapi juga tetap menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap Taqiyyah.

Selain itu, tim juga menyoroti fenomena anak-anak yang terlalu sering menatap layar gawai. Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan kognitif dan interaksi sosial anak. Oleh karena itu, Karpet RABA hadir sebagai media belajar interaktif tanpa layar (screen-free).

Cara Kerja yang Interaktif 

Karpet RABA menggabungkan stimulasi visual, suara, dan gerakan motorik kasar. Cara penggunaannya sangat menarik, anak-anak diminta melompat mengikuti pola tertentu yang ada di atas karpet.

Ketika anak menginjak bagian tertentu, sensor pada karpet akan aktif dan mengeluarkan suara yang berkaitan dengan materi pelajaran.

Metode ini sangat cocok bagi anak dengan ADHD yang umumnya lebih mudah menyerap informasi melalui aktivitas fisik atau konsep learning by doing (belajar sambil melakukan).

Dengan bergerak dan berinteraksi langsung, anak-anak tidak merasa sedang belajar, melainkan sedang bermain.

Karpet RABA yang dikembangkan sebagai media stimulasi bahasa dan fokus untuk anak berkebutuhan khusus (ums.ac.id)

Baca juga: Mahasiswa ITB Ajarkan Hidroponik ke Anak-anak, Tanamkan Kesadaran Pangan Sejak Dini

Respon Positif dan Harapan ke Depan 

Keunggulan inovasi ini terbukti saat dipamerkan dalam kompetisi JISF. Banyak orang tua dan anak-anak terlihat antusias mencoba langsung karpet tersebut, bahkan ada yang berminat untuk membelinya.

Para juri juga memberikan apresiasi tinggi dan berharap alat ini bisa diproduksi secara lebih luas. Sebelum mengikuti kompetisi, Karpet RABA telah diuji coba selama satu bulan di dua PAUD di daerah Gonilan.

Hasilnya sangat memuaskan, di mana anak-anak yang menggunakan media ini menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan fokus dan stimulasi bahasa mereka. 

Baca juga: Tingkatkan Literasi Media, FH Universitas Brawijaya Adakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi Bersama Disway Malang

Dosen pembimbing tim, Suprapto, berharap agar prestasi yang diraih dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya.

“Semoga menjadikan motivasi bagi tim dan mahasiswa lainnya untuk berkreasi, berinovasi, dan berkompetisi di ajang internasional. Kami juga berharap inovasi RABA dapat dipatenkan, diproduksi, dan diaplikasikan sehingga dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkannya,” jelasnya.

Keberhasilan yang diraih merupakan kontribusi nyata mahasiswa UMS dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal kesehatan yang baik dan pendidikan berkualitas. Diharapkan, Karpet RABA dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di tanah air.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ums.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU