Perjuangan Anak Penjual Kelontong! Salsabila Lolos FEB UGM Lewat SNBP 2026 dengan Subsidi UKT 100 Persen
INDOZONE.ID - Salsabila Sabrina Rasya (18), remaja asal Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menembus ketatnya persaingan masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM).
Melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, ia resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).
Keberhasilannya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan usaha dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak tahun pertama SMA.
Baca juga: Petra Parade 2026 Jadi Wadah Siswa SMA Temukan Potensi dan Arah Karier Sejak Dini
Strategi Belajar dan Prestasi Gemilang
Salsabila sangat memahami, bahwa untuk masuk ke kampus impian, ia harus menjaga konsistensi nilai rapornya. Selain fokus pada pelajaran sekolah, ia juga aktif mengasah minatnya di bidang ekonomi dan akuntansi melalui berbagai kompetisi.
Usahanya membuahkan hasil dengan mendapatkan sejumlah penghargaan tingkat nasional, termasuk Medali Emas pada Olimpiade Nasional Gemanesia di bidang Akuntansi serta Medali Emas dalam Olimpiade Science Explorers Online untuk bidang Ekonomi.
Tak hanya unggul di bidang akademis, ia juga memiliki latar belakang spiritual yang kuat. Sejak kecil, Salsabila telah menekuni kegiatan tahfidz atau menghafal Alquran.
Kemampuannya dalam menghafal Alquran bahkan menjadi pintu masuknya ke SMA melalui jalur prestasi keagamaan. Selama masa sekolah menengah, ia juga aktif berorganisasi dalam wadah rohani Islam (rohis).
Momen Haru Pengumuman Kelulusan
Momen yang paling mendebarkan datang ketika hasil seleksi SNBP 2026 diumumkan. Salsabila mengaku sangat cemas hingga tidak berani melihat hasilnya.
“Saat itu saya tidak berani membuka pengumuman, sering menangis karena takut tidak diterima. Akhirnya, Ibu yang membuka dan berteriak Alhamdullilah,” ungkapnya.
Bagi Salsabila, rasa senang yang didapatkan juga dibarengi dengan perasaan sedih karena ia harus bersiap merantau ke Yogyakarta dan tinggal jauh dari ibunya.
Baca juga: Persaingan Ketat! Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta Tembus Rasio 1:27 di SNBP 2026
Dukungan Keluarga dan Kuliah Gratis
Keberhasilan Salsabila membawa rasa bangga bagi keluarganya, terutama karena kondisi ekonomi mereka yang terbatas.
Sebagai seorang ibu tunggal, Sri Indah bekerja keras mengelola sebuah toko kelontong demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia bersyukur karena doa-doanya agar sang putri bisa mengenyam pendidikan tinggi terjawab.
Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat mengetahui bahwa Salsabila mendapatkan kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen.
Salsabila dapat menempuh pendidikan di FEB UGM tanpa biaya kuliah sama sekali. Hal ini dapat meringankan beban ibunya yang merupakan tulang punggung keluarga satu-satunya.
“Harapannya Salsabila selalu diberikan kemudahan dalam setiap langkah, dipermudah jalannya dalam menuntut ilmu,” ujar Sri.
Kini, Salsabila siap melangkah menuju masa depan baru di Yogyakarta. Kisahnya menjadi pengingat, bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi tertinggi asalkan disertai dengan kerja keras dan ketekunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id