INDOZONE.ID - Universitas Brawijaya (UB) melalui Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) menggelar Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat bagi mahasiswa pada 23 Mei 2026 di Auditorium Algoritma Lantai 2 FILKOM UB, Malang.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai keselamatanmitigasi bencana kerja, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, materi kebencanaan disampaikan oleh Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana BPBD Kota Malang, Alif Furahman Hakim.
Ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya berkaitan dengan bencana alam, tetapi juga mencakup bencana non-alam hingga bencana sosial.
Menurutnya, sejumlah peristiwa yang dipicu kegagalan teknologi juga masuk dalam kategori bencana non-alam. Ia mencontohkan kasus lumpur Lapindo sebagai salah satu bentuk bencana yang dipengaruhi faktor manusia dan kebijakan.
“Terkadang bencana bukan semata-mata faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku manusia dan kebijakan yang ada,” tuturnya.
Selain membahas teori kebencanaan, peserta yang hadir juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme tanggap darurat yang dilakukan BPBD ketika terjadi bencana.
Alif menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan koordinasi dari banyak pihak, seperti BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan agar proses penanganan dapat berjalan cepat dan efektif.
Baca juga: Mahasiswi UNAIR Ciptakan SAPI TEDUH, Teknologi Cerdas Penambah Produksi Susu Sapi
Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang pentingnya penyampaian informasi kebencanaan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat.
Menurut Alif, informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih cepat dan menghindari lokasi berbahaya.
“Kalau menyampaikan informasi bencana, jangan hanya singkat tanpa konteks. Informasi yang jelas bisa membantu orang lain mengambil keputusan dan menghindari lokasi berbahaya,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparannya, ia juga mengangkat isu tingginya potensi risiko bencana di Kota Malang.
Meski memiliki wilayah yang tidak terlalu luas, kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi membuat tingkat kerentanan terhadap bencana di wilayah tersebut cukup besar.
Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya berharap mahasiswa memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya keselamatan, kesehatan kerja, perlindungan lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id