INDOZONE.ID - Program Studi Film dan Televisi dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) sukses menyelenggarakan acara bertajuk Parade Film UDINUS.
Acara yang berlangsung meriah di Auditorium H7 ini menghadirkan narasumber spesial, yakni sutradara dan penulis skenario papan atas Indonesia, Joko Anwar.
Baca juga: UPNVJ Perkuat Prodi Kajian Film dan Media, Siapkan Lulusan untuk Bersaing di Industri Kreatif
Mengusung konsep diskusi terbuka bertema ‘Pecah Telur’, kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bertukar ide bagi para mahasiswa, pelajar, serta komunitas film di Semarang.
Dalam sesi tersebut, Joko Anwar tidak hanya berbagi pengalaman teknis, tetapi juga membakar semangat para sineas muda dengan prinsip "No budget, no excuse".
“Film tetap bisa dibuat dengan sumber daya yang tersedia selama ada kemauan untuk bercerita,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para kreator muda selalu peka terhadap dinamika isu di masyarakat agar mampu menghasilkan cerita yang memiliki keterikatan emosional dengan penonton.
Dukungan penuh terhadap kreativitas mahasiswa juga disampaikan oleh Rektor UDINUS, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono.
“Teruslah berkarya dan jangan takut merilis film, karena setiap karya adalah proses pembelajaran yang berharga,” ungkapnya.
Baca juga: Canggih! Mahasiswa ITS Ciptakan Hi-VITS, Teknologi Pintar Pendeteksi Kebakaran Listrik
Sementara itu, Ketua Program Studi Film dan Televisi, Dr. Ruri Suko Basuki, menambahkan bahwa dengan akreditasi unggul yang dimiliki, UDINUS berkomitmen memberikan lingkungan belajar terbaik guna mengasah kualitas dan kreativitas produksi mahasiswa agar siap bersaing di industri profesional.
Penyelenggaraan acara ini merupakan hasil kerja keras Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi yang berkolaborasi dengan Jakarta World Cinema (JWC).
Menurut Gustina Alfa Trisnapradika selaku Koordinator Kemahasiswaan, kolaborasi yang terjalin menjadi bukti nyata luasnya jaringan industri yang telah dibangun oleh mahasiswa UDINUS
Sementara itu, ketua Pelaksana, Fikri Achmad, menekankan bahwa film harus dipandang lebih dari sekadar hiburan.
“Film bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana memupuk nilai budaya sekaligus memantik kreativitas generasi muda,” ujar Fikri.
Baca juga: Penuh Hiburan dan Warna, Mahasiswa ITB Gelar Pasar Ria "Gala Gula" sebagi Ruang Refreshing
Kegiatan yang disambut penuh antusias ini juga memberikan pelajaran penting bahwa menjadi seorang pembuat film adalah perjalanan belajar yang abadi.
Joko Anwar menekankan bahwa fondasi utama seorang sineas adalah kemampuan mendengar, menghargai sesama, serta menjaga etika di lingkungan kerja.
Melalui Parade Film yang diselenggarakan, UDINUS berharap dapat terus mendorong lahirnya sineas-sineas berbakat dari Semarang yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri perfilman nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release