Masuk Kuliah di Usia 16 Tahun, Fulviana Raih Gelar Sarjana Kedokteran UGM Saat Berusia 20 Tahun
INDOZONE.ID - Wisuda periode Mei 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan sosok inspiratif bernama Fulviana Ramadlonia Agung Putri.
Mahasiswi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) ini resmi menyandang gelar sarjana kedokteran pada usia yang sangat muda, yakni 20 tahun 4 bulan 27 hari.
Baca juga: Mahasiswi IPB Ciptakan Pooniey, Biskuit Sayur Lezat untuk Lawan Kebiasaan Malas Makan Sayur
Pencapaiannya tergolong luar biasa, mengingat rata-rata usia wisudawan program sarjana lainnya berada pada kisaran 22 tahun 6 bulan.
Keberhasilan Fulviana meraih gelar sarjana di usia belia merupakan hasil dari langkah pendidikan yang ia mulai lebih awal.
Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, ia sudah mulai duduk di bangku sekolah dasar saat masih berusia 5 tahun 8 bulan.
Kecerdasannya semakin terlihat ketika ia mengikuti program akselerasi di tingkat sekolah menengah pertama, yang membuatnya lulus hanya dalam waktu dua tahun saja.
Pola pendidikan yang cepat membawanya masuk ke bangku kuliah di UGM saat usianya baru menginjak 16 tahun 8 bulan.
Namun, perjalanan Fulviana tidak selalu mulus. Ia mengakui bahwa sempat muncul perasaan tertekan di masa-masa awal perkuliahan karena tuntutan akademik.
Baca juga: Sarjana Terapan vs Sarjana Akademik: Bedanya Apa? Ini Panduan Lengkap biar Nggak Salah Langkah
Di sisi lain, sebagai remaja, ia terkadang merasa ingin menikmati waktu luang dan bermain seperti teman-teman sebayanya.
“Sebenarnya, di awal kuliah saya sempat merasa tertekan karena harus terus belajar dan menjaga konsistensi. Tapi, dengan capaian ini, saya tentu merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur. Jujur, saya tidak menyangka akan menjadi lulusan termuda,” ungkapnya.
Strategi utama yang ia terapkan adalah memahami batasan diri dan menjaga kedisiplinan.
“Bagiku, tidak harus selalu belajar terlalu lama, tapi bagaimana bisa disiplin dan menjaga ritme belajar dengan baik,” tegas Fulviana.
Hal tersebut ia lakukan untuk mencegah kelelahan fisik maupun mental yang sering disebut sebagai burnout.
Ia juga tidak merasa minder meskipun berteman dengan rekan yang lebih dewasa. Sebaliknya, ia banyak menyerap pengalaman hidup dan kedewasaan dari mereka dalam menghadapi tantangan kuliah.
Baca juga: Daftar Jurusan di Universitas Terbuka 2026: Pilihan Kuliah Fleksibel untuk Berbagai Karier
Keberhasilan yang berhasil diraih Fulviana bukan hanya karena kerja keras pribadinya, melainkan berkat dukungan penuh dari orang tua, teman-teman, dan lingkungan sekitarnya.
Setelah meraih gelar sarjana, ia berencana melanjutkan tahap pendidikan profesi dokter. Ia bercita-cita menjadi dokter yang kompeten dan memiliki rasa empati yang tinggi dalam melayani masyarakat.
Kepada rekan-rekan seusianya, ia berpesan agar tidak ragu mengejar cita-cita dan jangan pernah menjadikan usia atau rasa kurang percaya diri sebagai penghalang untuk mencoba sesuatu yang besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id