UNAND Ciptakan Pompa Irigasi Tenaga Surya Tanpa Baterai, Solusi Hemat untuk Petani Nagari Tanjung Barulak
INDOZONE.ID - Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) meluncurkan sebuah inovasi teknologi yang membawa angin segar bagi dunia pertanian di Sumatera Barat.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat pada 2025, tim pakar dari UNAND menyerahkan prototipe pompa irigasi bertenaga surya yang unik karena dapat beroperasi tanpa menggunakan baterai.
Baca juga: Dosen UNAIR Ciptakan Inovasi Panel Surya, Berhasil Masuk Nominasi Ajang Nobel di Jerman
Teknologi ini diberikan khusus untuk membantu para petani di Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.
Inovasi yang dibuat lahir sebagai jawaban atas tantangan irigasi yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.
Dengan memanfaatkan energi matahari secara langsung, pompa tersebut menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan juga sangat ekonomis.
Karena tidak bergantung pada baterai penyimpanan, biaya operasional dan perawatan alat menjadi jauh lebih murah dibandingkan mesin pompa konvensional.
Ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat nigari.
Ketua Tim Pengabdian FT UNAND, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa langkah yang diambil sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan pangan nasional. Itu tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca juga: Dari UMS ke Papua: Kisah Pengabdian Alfin Mengajar di Tanah Timur
“Dengan memanfaatkan energi terbarukan, teknologi ini sekaligus mendukung upaya adaptasi perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon, membuka peluang besar untuk peningkatan intensitas tanam dan pengoptimalan lahan pertanian masyarakat,” papar Kamil.
Dari sisi teknis, kemampuan pompa tergolong luar biasa. Koordinator pelaksana teknis, Dr. Eng. Ir. Dendi Adi Saputra M., mengungkapkan bahwa sistem yang terpasang menggunakan pompa AC/DC berkapasitas 3000 Watt yang disuplai oleh delapan buah panel surya masing-masing 550 WP.
Kekuatan tersebut mampu mendorong air mengalir sejauh 1,3 kilometer dengan ketinggian elevasi mencapai 160 meter, menghasilkan debit air sekitar 3,8 meter kubik per jam.
Menariknya, UNAND tidak hanya sekadar memberikan alat, tetapi juga melakukan transfer teknologi kepada masyarakat lokal.
Warga Nagari Tanjung Barulak kini telah dilatih agar mampu mengoperasikan alat tersebut secara mandiri, mulai dari pemasangan pompa, pengecekan arus listrik secara langsung (real-time), hingga perawatan rutin panel surya dan instalasi pipa.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah nagari, masyarakat perantauan, hingga unsur keamanan dari Kodam XX Tuanku Imam Bonjol dan Polda Sumatera Barat.
Baca juga: Kenali MBA, Program Magister yang Dirancang untuk Mencetak Pemimpin Bisnis
Kolaborasi lintas sektor membuktikan, bahwa sinergi antara akademisi dan instansi terkait dapat menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan pompa tenaga surya, Nagari Tanjung Barulak diharapkan dapat menjadi pionir dalam praktik pertanian modern yang mandiri dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unand.ac.id