Sabtu, 13 JUNI 2026 • 12:30 WIB

Mahasiswa Unila Sabet Medali Emas di PENA 2, Ciptakan Inovasi Aplikasi untuk Pemerataan Pendidikan

Author

Mahasiswa Program Studi PGSD , Unila, meraih Gold Medal Subtema Pendidikan Tingkat Nasional pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 (unila.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional.

Tim dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil membawa pulang medali emas (Gold Medal) pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 yang diselenggarakan di Universitas Dhyana Pura (Undhira), Bali. 

Baca juga: Dua Hari Produksi, Mahasiswi Unila Sabet Juara 3 Kompetisi Video Kreatif Internasional

Tim yang mengharumkan nama Unila dipimpin oleh Hendri Pratama, dengan anggota Perkasa Dinanti Akbar, Savira Aulia Putri, Feby Ayu Maharani, dan Rahmah Dwi Asri.

Mereka sukses mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia dalam subtema pendidikan.

Karya esai yang mereka susun mengangkat isu penting mengenai pemerataan pendidikan sebagai langkah nyata mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Pemilihan topik ini diambil karena mereka merasa bertanggung jawab untuk memberikan solusi atas kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Lampung.

Sebelum menciptakan karya tersebut, Hendri dan timnya melakukan riset langsung di beberapa sekolah di Kota Metro dan wilayah sekitar kampus.

Dari pengamatan di lapangan, mereka menemukan bahwa banyak sekolah masih menghadapi kendala, seperti terbatasnya sumber belajar dan kurangnya media pembelajaran yang inovatif serta mudah diakses oleh siswa.

Baca juga: Banyak yang Keliru: Begini Cara Menghitung Tahun Lulus Sekolah yang Benar untuk CV dan Beasiswa

Sebagai solusi, tim mengembangkan gagasan kreatif dalam bentuk prototipe aplikasi pembelajaran.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu guru dan siswa sekolah dasar dalam proses belajar mengajar, sehingga materi pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.

Proses penyusunannya dilakukan secara sistematis, mulai dari diskusi kelompok, pengumpulan data hasil riset, hingga pengembangan produk final.

Momen paling mendebarkan bagi tim adalah saat sesi presentasi dan pengumuman pemenang, mengingat persaingan yang sangat ketat dengan finalis dari seluruh penjuru negeri.

Namun, rasa syukur dan bangga menyelimuti mereka ketika dinyatakan sebagai peraih medali emas.

Tim juga telah mengajukan proposal Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) agar aplikasi tersebut dapat terus dikembangkan dan digunakan secara luas di sekolah-sekolah.

Baca juga: Dies Natalis ke-18 Vokasi UI, Mahasiswa Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Hendri berpesan kepada rekan mahasiswa lainnya agar tidak ragu untuk mulai berkarya.

“Kunci utama dalam lomba esai adalah mempertahankan argumen yang ada dalam karya, mampu menyampaikan ide dengan baik, serta memiliki rasa percaya diri saat presentasi. Jangan takut untuk mencoba, karena setiap prestasi berawal dari keberanian untuk memulai dan belajar dari proses,” tuturnya.

Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU