INDOZONE.ID - Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 1 Ketintang mengadakan gelaran tahunan bertajuk "Cipta Karya Tata Rias 2026" yang menampilkan bakat luar biasa dari para calon ahli kecantikan muda Indonesia.
Tahun ini, acara mengusung tema besar "Cultural Majesty". Tema yang dipilih menunjukkan bagaimana kekayaan budaya tradisional Indonesia dapat bersanding serasi dengan sentuhan estetika modern yang mewah.
Bukan sekadar pameran kecantikan, setiap karya yang ditampilkan membawa misi untuk memperkenalkan kembali warisan leluhur kepada masyarakat luas melalui cara yang lebih kekinian.
Baca juga: Sulap Kaos Lama Jadi Karya Bernilai, IKAWA UK Petra Gelar Workshop Jumputan Kreatif
Puncak Pembelajaran 122 Mahasiswa
Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 122 mahasiswa semester akhir dari Program Studi S-1 Pendidikan Tata Rias. Bagi mereka, acara tersebut adalah momen pembuktian setelah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun.
Terdapat empat kategori utama yang dipamerkan, yaitu Skin and Spa dengan sub-tema Heritage Luxury, Rias Fantasi melalui tema Majestic of Heritage, Tata Rias Pengantin bertajuk Cultural Grandeur, Penataan Rambut dengan tema Culture's Splendor.
Setiap kategori menuntut mahasiswa untuk menggabungkan keterampilan teknis dengan inovasi tren kecantikan masa kini.
Inovasi yang Layak Mendapat Paten
Wakil Dekan I FT Unesa, Agus Wiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil kerja keras para mahasiswa. Ia menilai bahwa karya-karya yang ditampilkan tahun ini memiliki kualitas yang sangat tinggi dan orisinal.
“Karya-karya mahasiswa ini luar biasa. Banyak yang memiliki unsur kebaruan dan inovasi sehingga berpotensi untuk di-HKI-kan bahkan dipatenkan. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menghasilkan karya yang bernilai,” papar Agus.
Nia Kusstianti selaku Koordinator Prodi S-1 Pendidikan Tata Rias menjelaskan, bahwa mata kuliah Cipta Karya memang dirancang agar mahasiswa bisa terjun langsung mulai dari proses desain hingga presentasi di depan publik.
“Luaran kegiatan ini juga diarahkan menjadi HKI sehingga mahasiswa memiliki portofolio profesional sebelum terjun ke dunia industri,” pungkasnya.
Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Inklusivitas
Acara yang diselenggarakan juga mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Sadari, selaku perwakilan dinas, memuji semangat para mahasiswa dalam menjaga warisan budaya bangsa melalui karya kreatif.
“Budaya yang beragam, mulai dari tradisional, klasik, modern hingga kontemporer, diolah menjadi karya kreatif yang menunjukkan bahwa generasi muda tetap mampu menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya,” tuturnya.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, melalui Purwanti Utami, memberikan apresiasi khusus karena ada mahasiswa penyandang disabilitas yang ikut serta berkarya.
Hal ini menunjukkan bahwa Unesa memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk menunjukkan potensinya di dunia seni.
Baca juga: 5 Alasan Jurusan Pendidikan Teknik Kriya Cocok untuk Pecinta Seni dan Budaya
Kebanggaan Para Orang Tua
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para orang tua yang hadir menyaksikan langsung hasil karya anak-anak mereka.
Martiah, salah satu orang tua mahasiswa, mengaku sangat terharu dan bangga melihat kemajuan kemampuan anaknya selama kuliah di Unesa.
“Semoga Unesa semakin maju dan terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuannya,” ujarnya.
Gelaran Cipta Karya Tata Rias 2026 adalah sebuah perayaan yang membuktikan, bahwa budaya tradisional Indonesia akan selalu punya tempat di masa depan melalui tangan-tangan kreatif anak muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id