Selasa, 23 JUNI 2026 • 18:20 WIB

Angkat Isu Stunting, Mahasiswa UAD Kantongi Dua Penghargaan Sekaligus dalam Kompetisi Artikel Ilmiah Nasional 2026

Author

Putri Nirmalasari, mahasiswa Gizi UAD, meraih Juara I Artikel Terbaik dan Presenter Terbaik di kompetisi ilmiah nasional yang digelar Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. (news.uad.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Putri Nirmalasari, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada kompetisi artikel ilmiah tingkat nasional yang digelar oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD

Ia membawa pulang raihan Juara I Kategori Artikel Terbaik Subtema Kesehatan Kelas H dan Juara I Kategori Presenter Terbaik. 

Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi di bidang karya ilmiah kesehatan. Selain dituntut menulis artikel yang berkualitas, para peserta juga didorong untuk mempresentasikan gagasan mereka secara meyakinkan di hadapan dewan juri.

Putri mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang dua gelar sekaligus. Ia yakin hasil ini sebagai buah dari kerja keras dan keberanian untuk tampil dengan ide yang berbeda.

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Sulap Rambut Jagung Jadi Teh Herbal Bernilai Ekonomi Tinggi

Alhamdulillah, rasanya campur aduk banget. Syukur, terharu, dan tidak menyangka. Menang di dua kategori sekaligus benar-benar di luar ekspektasi. Antara lega, bangga, dan tidak percaya karena lawan-lawannya juga keren-keren semua. Tapi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, diskusi tanpa henti, dan keberanian untuk tampil berbeda akhirnya membuahkan hasil yang manis,” tuturnya.

Di balik pencapaiannya, ternyata ia mempersembahkan prestasi tersebut untuk kedua orang tuanya, terutama sang ibu yang telah tiada.

Menurutnya, kemenangan ini menjadi salah satu cara untuk melanjutkan harapan yang pernah disampaikan ibunya dahulu.

Prestasi ini seharusnya saya persembahkan untuk mama. Dulu setiap saya menang lomba dan mengabarkannya kepada mama, jawabannya selalu sama, ‘Besok kalau bisa juara satu ya.’ Sekarang saya sudah bisa meraih juara satu, tetapi mama sudah tidak ada di samping saya. Semoga dari sana mama bangga melihat anaknya akhirnya bisa meraih juara satu sesuai yang mama inginkan,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI Hadirkan Banyumili Adventure, Ular Tangga Raksasa untuk Hidupkan Suasana Kampus

Dalam kompetisi itu, Putri mengangkat karya berjudul “Pernikahan Dini dan Usia Ibu: Determinan Stunting yang Terabaikan.”

Karya tersebut mengangkat isu stunting di Indonesia dan mengaitkannya dengan faktor usia ibu saat melahirkan.

Karya tersebut berangkat dari kasus bayi di Nusa Tenggara Timur yang lahir dengan panjang badan di bawah standar, sementara sang ibu masih berusia 16 tahun.

Dari situ, ia melihat adanya keterkaitan kuat antara pernikahan dini dan risiko stunting.

Baca juga: Unpad Berdayakan Warga Desa Sagaracipta, Ajarkan Kendali Penyakit Kronis hingga Mitigasi Bencana

Sebagai solusi, ia mengusulkan integrasi pencegahan stunting dalam sistem pra-nikah, mulai dari skrining gizi calon pengantin, kursus pra-nikah berbasis kesehatan reproduksi, dan penguatan peran KUA sebagai garda awal pencegahan stunting.

Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi bisa direalisasikan sebagai sebuah kebijakan yang utuh, khususnya di daerah dengan angka pernikahan dini dan stunting yang masih tinggi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News.uad.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU