INDOZONE.ID - Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menggelar acara bergengsi bertajuk Pameran Capstone Design 2026, pada Jumat 19 Juni 2026.
Bertempat di Plasa dr Angka ITS, pameran menampilkan deretan karya mahasiswa yang dirancang khusus untuk mengatasi berbagai persoalan praktis di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Perdana Ikut Lomba, Mahasiswa UMP Langsung Sabet Dua Penghargaan Nasional Bergengsi Sekaligus
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Capstone Design merupakan wadah krusial bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial terhadap masalah di lingkungan sekitar.
Beliau juga mendorong kolaborasi lintas ilmu agar inovasi yang dihasilkan lebih lengkap, sehingga mampu menjawab tantangan dunia industri dan kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
“Saya yakin semua ini akan membawa keberkahan terutama kepada lulusan kita yang nantinya menjadi insan-insan yang bermanfaat bagi umat,” tuturnya.
Dr. Eng. Ir. Sutikno selaku Kepala Departemen Teknik Mesin ITS menjelaskan, bahwa pameran ini mengangkat tema besar, yakni upaya merintis intervensi teknologi untuk kebutuhan dasar manusia.
Tema tersebut menjadi pengingat bagi para calon insinyur muda, bahwa inovasi terbaik adalah yang memberikan dampak langsung.
Baca juga: Calon Insinyur Muda Unjuk Gigi di Petra Civil Expo 2026, Hadirkan Solusi Infrastruktur Masa Depan
Sutikno juga menegaskan, pentingnya kolaborasi dengan berbagai mitra agar hasil riset mahasiswa bisa dikembangkan lebih lanjut atau dihilirisasi. Jadi, manfaatnya dapat dirasakan oleh publik.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian pengunjung, adalah SPIRIT atau Solar Powered Intelligent Irrigation Technology.
Karya yang dikembangkan oleh Fikra Zuma Rizki bersama timnya ini, lahir dari kegelisahan melihat kesullitan para petani yang sering kesulitan menghadapi kekeringan di musim kemarau.
“SPIRIT memanfaatkan sensor kelembaban tanah, teknologi Internet of Things (IoT), serta energi surya,” jelas Rizki.
Menariknya, alat tersebut sepenuhnya menggunakan energi surya sebagai sumber tenaga. Dengan teknologi ini, penyiraman tanaman dapat dilakukan secara otomatis sehingga menghemat penggunaan air.
SPIRIT sangat cocok diterapkan di daerah yang sulit mendapatkan akses listrik, sehingga diharapkan dapat membantu petani mencegah risiko gagal panen.
Baca juga: UNS Dorong Petani Vanili Lokal Go International Lewat Pelatihan Standar Global
Pameran tahun ini menampilkan total 42 karya. Sebanyak 34 karya merupakan hasil dari tim Capstone Design 2 yang telah mencapai tahap produk fisik, dan 8 karya lainnya berasal dari tim Capstone Design 1 yang masih dalam tahap perancangan.
Karya-karya terbaik nantinya berpeluang untuk mewakili ITS dalam kompetisi internasional yang akan diselenggarakan di Malaysia.
Dengan semangat inovasi yang terus dijunjung, mahasiswa ITS diharapkan terus menjadi penggerak perubahan berdampak positif bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id