Jumat, 03 JULI 2026 • 13:06 WIB

3 Mahasiswa Telkom University Luncurkan Iklan Layanan Masyarakat Soal 'Pelaku Cyberbullying Tanpa Sadar'

Author

Para mahasiswa Telkom University garap iklan layanan masyarakat tentang syberbullying (Dok. Telkom University)

INDOZONE.ID - Sering scroll media sosial atau berbagi stiker di WhatsApp? Hati-hati, ya! Jangan-jangan secara tidak sadar, kamu pernah menjadi salah satu pelaku cyberbullying bagi orang lain.

Melihat keresahan ini, sekelompok mahasiswa Program Studi Digital Content Broadcasting, Telkom University bergerak cepat dengan merilis sebuah Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Video edukasi ini bertajuk "Stop Jadi Pelaku Tanpa Sadar". Kelompok tersebut terdiri dari tugas mahasiswa yang beranggotakan Sufaira Thoibah, Al Araaf Nur Hadid, dan Shifa Ainun Zaxrie.

Iklan ini sengaja diangkat ke publik untuk menyuarakan kekhawatiran mengenai fenomena perundungan di era digital. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, ruang bagi kejahatan yang 'tak terlihat' ini justru semakin terbuka lebar di kehidupan sehari-hari.

Kampanye ini pun mendapat dukungan penuh dari Psikolog Dinas Kota Cimahi, Intan Mustika Mukarom, S.Psi., M.Psi. Menurutnya, kesadaran masyarakat mengenai batasan cyberbullying memang masih sangat minim.

Baca juga: Telkom University Gelar Pelatihan Generative AI bagi Karang Taruna Gumuruh

"Cyberbullying itu awareness-nya masih kurang ya. Banyak yang masih tidak sadar bahwa ternyata apa yang mereka lakukan adalah bullying dalam bentuk cyber," ungkap Intan.

Iklan layanan masyarakat tentang cyber bullying garapan mahasiswa Telkom University (Dok. Telkom University)

Intan mencontohkan hal-hal sederhana yang kerap dianggap remeh di ruang obrolan digital. Salah satunya adalah tren penggunaan stiker di aplikasi pesan singkat.

"Kalau stiker WA, kita kan mikirnya cuma buat lucu-lucuan aja kebanyakan. Tapi kita gak sadar kalau ternyata itu bisa jadi bentuk cyberbullying bagi orang lain yang dijadikan objek," tambahnya.

Dalam video berdurasi 2 menit 3 detik tersebut, digambarkan bagaimana dampak psikologis yang nyata dialami oleh korban. Cerita berfokus pada seorang pelajar yang wajahnya dijadikan bahan stiker dan candaan oleh temannya sendiri. Akibatnya, ia mulai murung, menarik diri dari lingkungan, hingga berujung pada depresi, dan berhenti masuk sekolah.

Berbeda dengan perundungan konvensional yang biasanya meninggalkan bekas fisik, pelaku cyberbullying sering kali dengan mudah berkelit di balik kata "hanya bercanda" atau menuduh korban "terlalu bawa perasaan (baper)".

Baca juga: Ajak Siswa Jadi Entrepreneur Batik, Telkom University Gelar Workshop Batik Preneur di SMKN 9 Surakarta

Melalui visualisasi yang emosional ini, kampanye anti-cyberbullying tersebut diharapkan mampu membangun rasa empati yang mendalam bagi para penontonnya. Edukasi ini menjadi pengingat penting agar kita bisa lebih bijak dan menyaring kembali setiap candaan sebelum menekan tombol kirim di media sosial.

Bersama dengan club teater layung SMAN 4 Kota Cimahi, video ini juga didukung oleh dp3ap2kb Kota Cimahi, UPTD PPA Kota Cimahi, PUSPAGA Maheswari, Cadisdik wilayah 7, dan SMAN 4 Kota Cimahi.

Yuk, mulai sekarang kita lebih bijak dalam mengetik dan berbagi pesan di dunia maya. Jangan sampai niat bercanda malah meninggalkan luka mendalam bagi orang lain!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Telkom University

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU